"Saya setuju kalau setiap desa mempunyai website. Kalau semua desa punya website, cukup buka webside-nya , jadi tahu ada kegiatannya, tahu kepala desanya," kata Wagub Jatim saat menjadi pembicara di Diskusi Antikorupsi 'Mengawal Dana hingga ke Desa' di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (16/10/2015).
Wagub yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan, jika di setiap daerah tidak terjangkau jaringan internet, nanti bisa dibicarakan dengan pihak telkom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Mendes PDT dan Transmigrasi mengatakan, pihaknya akan membangun sistem secara online. Katanya, pada Tahun 2016 akan dibuat secara maksimal.
"Kita akan bekerjasama dengan microsoft dan facebook. Kita buat potensi di setiap desa dan kita pasarkan," kata Marwan Ja'far.
"Makanya saya minta, bagi desa yang mempunyai potensi bagus, silahkan laporkan ke kami," ujarnya.
Menteri dari politisi PKB menegaskan, untuk mendekatkan bahwa membangun Indonesia dari desa tidak main-main.
"Perlu dilakukan pendekatan teknologi, dan sudah kita rintis. Muda-mudahan Tahun 2016 bisa maksimal," harapnya.
Sementara itu, Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi meminta, agar sistem online di setiap desa perlu dipikirkan lebih jernih lagi.
Pasalnya, setiap desa tidak sama, ada yang jaringan listriknya tidak kuat, sehingga peralatan komputerisasi tidak bermanfaat. Hingga permasalahan sumber daya manusia (SDM) yang perlu dilakukan training.
"Jadi perlu dipikirkan. Jangan sampai proyek pusat ujung-ujungnya korupsi juga," tandas Johan (roi/rvk)











































