Deklarasi kedua suporter itu berlangsung di Mapolres Bekasi Kabupaten, Jumat (16/10/2015) siang tadi selepas salat Jumat. Adapun peserta rapat sebanyak 52 orang terdiri dari unsur Muspida, Muspika, Kepala Desa, Jasa Marga, Dishub, Satpol PP, Brimob Detasemen D, para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek jajaran Polresta Bekasi.
Sebelum deklarasi, rapat yang juga dihadiri puluhan suporter dari Bobotoh dan Jakmania itu diisi dengan ceramah dari pemuka agama. Dalam ceramah tersebut, pemuka agama mengajak semua suporter untuk berdamai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya rapat koordinasi ini untuk mengajak semua pihak, terutama suporter The Jak dan Viking yang berada di wilayah hukum Polresta Bekasi Kabupaten untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif, sehingga tidak ada aksi-aksi anarkis atau pun provokasi,"jelas Awal dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (16/10/2015).
Dalam rapat itu pula, dibahas masalah keamanan dan strategi pengamanan sesuai titik-titik kerawanan jalur transportasi jalan tol, arteri, kereta api dan kantong-kantong supporter Jakmania dan Viking.
"Rapat ini juga dilakukan untuk menyamakan persepsi, sehingga dapat bersinergi dalam pelaksanaan pengamanan sesuai tupoksinya masing-masing," imbuhnya.
Rapat selesai pada jam15.30 Wib yang dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatangan ikrar dari suporter The Jack dan Viking Kabupaten Bekasi. Kedua pihak sama-sama berikrar untuk berdamai dan tidak ada permusuhan serta sama-sama memelihara kamtibmas.
Di akhir acara, Jakmania menempelkan spanduk berisikan dukungan laga final Piala Presiden 2015 di sejumlah titik. Adapun spanduk tersebut berisikan tulisan:
![]() |
"PERSIB VS SRIWIJAYA
Harus Aman, Majulah Sepakbola Indonesia
Bobotoh dan Jakmania Adalah Bersahabat
Jakmania Mendukung Bobotoh
Sepakbola Olahragaku, Situasi Keamanan Kebutuhanku" (mei/rvk)












































