"Saya tiket sudah punya, tapi bus belum ada. Di sini katanya sudah habis kuota busnya. Ini disuruh ke Jalan Sulanjana (Kantor pusat PT PBB)," ujar Rian (25), salahsatu bobotoh.
Menurutnya nasibnya sedikit lebih baik karena tinggal mencari cara bagaimana pergi ke Jakarta. Berbeda dengan teman-temannya yang masih banyak kesulitan mendapatkan tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diamini salahsatu Penanggungjawab Kepergian Bobotoh ke Jakarta, Yedi Black. Menurutnya di Viking Fanstore yang berada di Sidolig, sudah mengeluarkan tiket sebanyak 3.500 dengan 120 bus.
"Sebenarnya tiket masih ada kuotanya, keseluruhan masih ada sekitar 6 ribu lagi. Tapi kita tidak akan mengeluarkannya selama transportasinya belum jelas," jelas Yedi.
(Foto: Erna Mardiana/detikcom) |
Yedi mengaku panitia kesulitan mendapatkan bus karena pengusaha otobus ketakutan busnya disewa oleh bobotoh. Khawatir terjadi penyerangan seperti saat pulang dari Palembang tahun lalu.
"Kemarin saja saya mencari bus dengan pak wali, baru para pengusaha mau kasih setelah pak wali menjaminkan diri," kata Yedi.
Ia mengaku kabar bantuan kendaraan dari berbagai pihak seperti TNI dan lainnya, belum ada informasi jelas. Masih simpang siur.
Rencananya, kata dia, sedikitnya 20 ribu bobotoh dari Bandung akan berangkat menuju ibukota pada Minggu pagi. "Kita akan berangkat sekitar jam 11 pagi. 20 ribu dari Bandung, belum dari daerah lainnya, ya ada lah sekitar 50 ribu," ujarnya.
Sementara itu seratusan bobotoh yang mengetahui bahwa kuota tiket dan bus sudah habis di Sidolig, satu per satu meninggalkan stadion Persib itu. "Saya mau coba cari ke Sulanjana saja," ujar Rian.
Toko Viking Fanstore sendiri ditutup. Rolling doornya ditutup 2/3 nya. Terpampang pengumuman dari kertas bertuliskan "kuota tour GBK beak" (kuota tour GBK habis).
(ern/try)












































(Foto: Erna Mardiana/detikcom)