Bangunan Liar di Pademangan Sering Terbakar, Dalam 5 Tahun Terjadi 6-7 Kali

Bangunan Liar di Pademangan Sering Terbakar, Dalam 5 Tahun Terjadi 6-7 Kali

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 16 Okt 2015 14:31 WIB
Bangunan Liar di Pademangan Sering Terbakar, Dalam 5 Tahun Terjadi 6-7 Kali
Foto: Jabbar Ramdhani
Jakarta - Bangunan liar yang ludes terbakar di RT 8 RW 8 Pademangan, Jakarta Utara, terletak di daerah rawan kebakaran. Dalam 5 tahun, si jago merah mampir 6-7 kali.

"Di RT 8 RW 8 Pademangan ini memang rawan kebakaran. Salah satunya mungkin karena bangunan liar seperti ini. Dalam 5 tahun kurang lebih sudah ada 6-7 kali," ujar Prikoso, Ketua RT 08 RW 08, Pademangan IV, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2015).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prikoso, kurang lebih 15 bangunan liar terbakar semalam. Penyebab api dari kompor gas di salah satu bangunan yang dikontrak warga.

"Memang sebetulnya dilarang untuk ada kompor di lantai 2. Cuma siapa yang tahu kalau penghuni nggak masak di lantai 2?" katanya.

Kini, penghuni yang bangunannya terbakar mengungsi ke rumah sanak saudara yang berada dekat dengan lokasi kebakaran. Namun ada juga yang mencari tempat tinggal baru.

"Kalau pemilik kontrakan karena ini bangunan liar, mereka nggak terlalu mikirin juga sih," tutur Prikoso.

Di belakang bangunan, di balik tembok beton ada jalur kereta angkut barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Stasiun Senen. Menurut Prikoso, PT KAI membuat tembok agar tidak ada bangunan yang terlalu menjorok ke rel.



"Untungnya tidak ada yang jadi korban. Yang semalam kena pecahan kaca itu "tim kais" sama orang yang bantu madamin api," katanya.

Pemulung Untung Banyak

Kebakaran bangunan liar tersebut hanya menyisakan puing kayu dan seng yang menjadi rezeki bagi Wawan, seorang pemulung.

Wawan mengumpulkan barang-barang seperti besi, aluminium dan tembaga di lokasi kebakaran. Dia membawa barang-barang itu dengan gerobaknya.

"Saya cuma bawa satu gerobak. Satu gerobak ini beratnya barangnya bisa sampai 100 kg lebih. Taksirannya bisa sampai Rp 500 ribu," kata Wawan sambil mengais besi.

Harga paling mahal yakni tembaga. Sedangkan besi harganya murah yakni sekitar Rp 2.500 hingga 3 ribu/kg.

"Kalau kaleng nanti saya kiloin di loakan yang ada di jalan. Biar nggak berat bawanya sampe Muara Baru," ucap dia.

Menurut Wawan, barang-barang yang diambilnya dari lokasi kebakaran di Pademangan akan dibawa ke Muara Baru, Jakarta Utara. Dia hanya akan sekali jalan dan tidak akan bolak-balik dari Pademangan ke Muara Baru.

"Jauh juga ke Muara Baru," tuturnya. (nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads