"Pekan depan Pak Zulkifli Hasan bertemu lagi dengan Presiden Jokowi. Membahas isu kekinian, mungkin salah satunya reshuffle," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto saat dihubungi, Jumat (16/10/2015).
Yandri menuturkan pekan lalu Zulkifli Hasan juga sudah bertemu Presiden Jokowi. Ditanya soal intensitas pertemuan sang ketum dan Presiden, Yandri menjawab diplomatis, tak mau tergesa dikaitkan dengan reshuffle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar berhembus PAN sudah menyetor 5 nama calon menteri ke Presiden Jokowi. 5 Nama ini kabarnya akan diseleksi Presiden Jokowi untuk mengisi dua kursi menteri. Namun Yandri menepis kabar itu.
"Masalah nama-nama belum dibahas. Wong reshuffle-nya juga belum jelas," ujarnya.
Meski menepis isu-isu soal reshuffle, namun Yandri memastikan partainya siap diajak masuk ke kabinet. PAN memiliki sederet kader berkualitas untuk mengisi posisi di Kabinet Kerja, apapun bidangnya.
"Zaman Gus Dur diajak kita siap, zaman Mega siap, zaman SBY siap, zaman Pak Jokowi apalagi, sudah semakin banyak kader PAN yang berkualitas. Yang jelas kalau PAN diajak, karena PAN sudah masuk menjadi partai pemerintah, tidak elok kalau ditolak, kami siap. Kalaupun tidak diajak, kami tetap akan total mendukung pemerintahan. Komitmen kami tidak ada barter kekuasaan," pungkasnya. (tor/van)











































