Korban bernama Uyung (27) asal Desa Tanjung Mas, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, Aceh ini kena tembak di dada sebelah kanan. Peluru berhasil diangkat setelah korban menjalani operasi selama dua jam. Proses operasi melibatkan dua dokter bedah, satu dokter anestesi dan empat perawat.
"Peluru ada di rongga dada sebelah kanan dan sudah berhasil kita angkat," kata dokter yang menangangi pasien, dr Yopie Afriandi Habibie, Sp.BTKV dalam konferensi pers di RSUZA, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: Agus Setyadi/detikcom) |
Baru pada Kamis (15/10) korban menjalani operasi. Menurut dr Yopie, korban tidak mengalami pendarahan hebat sehingga proses operasi berjalan lancar. Usai diangkat peluru, Uyung kemudian dirawat di ruang ICU.
"Kondisi peluru sudah tidak utuh lagi. Kondisi korban sekarang sudah semakin membaik. Mungkin dalam dua tiga hari ini korban sudah bisa dirawat jalan," ungkap dr Yopie.
Bentrokan antar dua kelompok massa pecah di Aceh Singkil pada Selasa (13/10) saat sekelompok massa hendak membongkar rumah ibadah tanpa izin. Aksi tersebut mendapat perlawanan sehingga menyebabkan satu rumah ibadah dibakar, satu korban tewas kena tembak, dan empat lagi mengalami luka-luka.    (try/try)












































(Foto: Agus Setyadi/detikcom)