Menurut Kasie Penanganan Darurat BPBD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Fakhrul, justru area bekas terbakar sangat berpotensi memunculkan kebakaran ulang. Sebab tanaman gambut yang sudah gosong dan kering menjadi semakin mudah terbakar.
"Api sekarang padam, belum tentu aman. 3-4 Hari lagi, api bisa muncul lagi," kata Fakhrul di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, OKI, Sumatera Selatan, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, titik-titik api yang tidak terlihat di permukaan tersebut, tidak terdeteksi oleh satelit. Sehingga petugas tak tahu di mana titik-titik api semacam itu berada.
"Di tempat kita (OKI), apinya sudah nggak ada. Tapi asapnya ada terus. Dan kita nggak bisa prediksi apinya di mana," kata Fakhrul.
Oleh karena itu, petugas setiap hari selalu berpatroli. Mereka mengecek kembali lahan-lahan yang sudah terbakar karena dikhawatirkan memunculkan api baru.
Petugas juga mengecek kondisi di lapangan yang terpantau dari satelit ada kemunculan hotspot. Selama berpatroli, mereka selalu membawa mesin pompa lengkap dengan selangnya yang jika digabungkan sepanjang 600 meter. (kff/aan)











































