Kian 'manis'-nya hubungan Istana dengan DPR tak lepas dari gencarnya lobi yang dilakukan oleh pembantu Presiden Jokowi. Lobi makin intensif setelah masuknya Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, serta Pramono Anung Wibowo menjadi Sekretaris Kabinet.
Sejak masuk kabinet, Luhut dan Pramono aktif menjalin komunikasi dengan DPR. Pada Kamis (1/10/2015) lalu misalnya, Pramono secara khusus menemui Ketua DPR Setya Novanto di kompleks parlemen di Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini giliran Luhut bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek diundang pimpinan DPR dalam coffee morning untuk membahas bencana asap di Kalimantan dan Sumatera.
Sebelum masuk acara inti, para menteri pembantu Presiden itu terlibat canda dan tawa bersama pimpinan serta anggota DPR. Acara coffee morning berlangsung dalam suasana santai, penuh dengan canda tawa.
Suasana ruang ruang pimpinan di lantai 3 Gedung Nusantara III DPR, Jumat pagi ini pun riuh oleh gelak tawa. Kopi dan aneka makanan ringan disajikan oleh pimpinan DPR selaku sohibul bait bagi para tetamu.
Sambil berdiri mencecap kopi, para pembantu Presiden dan pimpinan DPR itu larut dalam canda. Maklum acara coffee morning antara pejabat eksekutif dan legislatif baru pertama kali ini digelar di Indonesia.
![]() |
"Jujur aja ini baru kali pertama," ucap anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan Effendy Simbolon. Novanto, Luhut dan beberapa anggota DPR yang hadir pun tertawa.
Celetukan Effendy 'disambut' Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya Tantowi Yahya. Sambil berkelakar dia menyebut bahwa pertemuan pagi ini mengikuti gaya coffee morning saat pimpinan DPR ke New York yang belakangan jadi ramai karena pertemuan dengan Donald Trump.
Suasana kian semarak, karena Menko Luhut ikut menimpali. Luhut mengaku setelah rombongan Setya Novanto dan Fadli Zon bertemu Donald Trump, dia juga ke New York. Menurut Luhut pertemuan rombongan Novanto dengan Trump sama sekali tak dibahas oleh warga Amerika Serikat.
"Aku kan tanya di New York. Setelah kalian datang kan aku datang. Di sana biasa saja (isu pertemuan Novanto-Trump), di republik kami ramai," timpal Luhut.
"Yang nggak tahan ini ketawanya ketua ini," imbuh Luhut menengok Tantowi dan Novanto.
"The Trump's boy, ha ha," celetuk Tantowi berkelakar masih dalam suasana santai.
Gelak canda dan tawa antara 3 menteri Jokowi dengan pimpinan dan anggota DPR itu harus diakhiri karena mereka akan masuk ancara inti; membahas penanganan asap di Kalimantan dan Sumatera.
Jelang setahun pemerintahan Presiden Jokowi, hubungan Istana dengan DPR kian harmonis. Tak lagi kita dengar hiruk pikuk Koalisi Indonesia Hebat sebagai pengusung Jokowi dengan Koalisi Merah Putih selaku 'oposisi' di DPR seperti awal-awal kepemimpinan Jokowi-JK.
(erd/nrl)












































