Kehadiran Zulkifli Hasan di kampus 1 UMS di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Surakarta, Jumat (16/10/2015) disambut oleh Rektor UMS Prof. Bambang Setiaji, dan Ketum PP Muhammadiyah Haidar Nazir.
Sebelum orasi kebangsaan, didahului pemberian penghargaan kepada para tokoh peletak dasar dan pendiri yang telah berjasa pada UMS, termasuk tokoh Lima Serangkai. UMS didirikan Oktober 1958 oleh tokoh Muhammadiyah dan Aisyiah di Kota Surakarta dikenal Lima Serangkai. Mereka adalah Sudalmiyah (ibu Amien Rais), Radjab Bulan Hadipurnomo, Muhammad Syafaat Habib, Sulastri Gito Atmodjo, dan KH. Syahlan Rosyidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bung Karno memperkenalkan dan menjelaskan ideologi Pancasila di forum-forum internasional (PBB) hingga implementasinya dalam kehidupan berbangsa bernegara saat ini. Setelah 70 tahun para pendiri bangsa menggagas Pancasila, kita seperti gagal memelihara dan menerapkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat," kata Zulkifli.
Zulkifli mengambil contoh seperti dalam pilkada, seseorang tidak akan bisa terpilih kalau tidak didukung oleh pemilik modal. "Itu membuktikan bahwa demokrasi kita telah terkoopatasi oleh pemilik modal," ujar Zulkifli Hasan.
Contoh lain, adalah saat orang berlomba-lomba mengingkari Pancasia. Illegal loging merajalela, tambang dikeruk semaunya. Dan masih banyak contoh lainnya yang dikemukan oleh Zulkifli, termasuk pengikaran terhadap niali-nilai kepatutan. Untuk itu, Zulkifli menegaskan, semua itu bisa terselesaikan manakala kita kembali ke Pancasila.
"Pancasila sebagai solusinya," tegas Zulkifli. (van/tor)











































