Seorang warga Palembang, Pipit sempat berkeluh kesah kepada Novanto melalui telepon. Lalu Novanto menyambungkan langsung telepon Pipit kepada ketiga menteri itu.
"Mayoritas kan di sini petani sawit dan karet. Kalau dengar cerita rekan, harga agak turun. Itu mereka (petani) kan dilema, mau dipanen akan rugi. Pendapatannya berkurang," ujar Pipit melalui sambungan HP Novanto kepada Menteri Siti dalam acara coffee morning di Ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan kelihatan sengaja dibakar, atau apakah dibakar. Nanti saya bicarakan ke Menteri Pertanian soal harga yang turun itu," kata Siti kepada Pipit.
Setelah berbicara dengan Siti, ibu Pipit ini lalu mencurahkan uneg-unegnya kepada Menkes Nila. Handphone Novanto diserahkan secara bergiliran.
"Kasihan anak-anak mulai terganggu, Bu. Anak-anak bosan kalau di dalam ruangan terus. Mereka enggak peduli, jadi inginnya keluar bermain," cerita Pipit yang mengaku salah satu anaknya sudah terkena ISPA.
Mendapati keluhan Pipit, Menkes Nila tampak prihatin. Ia lalu meminta dukungan seluruh warga kepada pemerintah yang sedang berupaya untuk menyelesaikan bencana ini.
"Bila ISPU tinggi jangan keluar rumah. Kalau keluar lebih baik seperlunya. Makanya anak-anak banyak diliburkan. Dari Diknas dikatakan akan berikan pekerjaan rumah jadi ada aktivitas di rumah, bahan-bahannya dikirimkan," tutur Nila menjawab Pipit.
Ibu Pipit sebelum berbicara dengan Menkes dan Menhut, ia juga berkeluh kesah kepada Luhut. Itu semua difasilitasi oleh Setya Novanto.
"Ini tadinya ada 20 orang ibu-ibu yang ingin bicara. Tapi saya bilang satu saja untuk perwakilan. Saya juga tidak tahu dapat nomor saya dari mana," tukas Novanto.
(elz/bag)











































