Begini Perjuangan Petugas Padamkan Api di Lahan Gambut via Darat

Begini Perjuangan Petugas Padamkan Api di Lahan Gambut via Darat

Nur Khafifah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2015 10:09 WIB
Begini Perjuangan Petugas Padamkan Api di Lahan Gambut via Darat
Foto: Nur Khafifah
Ogan Komering Ilir - Selain melalui udara, pemadaman kebakaran hutan dilakukan melalui darat. Tim darat bahu membahu menyemprotkan air dari sumber air terdekat menggunakan mesin pompa.

Kabid Penanganan Darurat dan Logistik BPBD kabupaten OKI, Aswi Dimpo, menjelaskan banyak kendala yang dialami tim saat memadamkan api. Kendala utama adalah keterbatasan air. El nino tahun ini menyebabkan sumber-sumber air di kawasan tersebut surut bahkan kering.
Kanal air yang telah surut (Nur Khafifah-detik.com)


"Kami selalu padamkan api dengan mengambil dari kanal-kanal milik perusahaan swasta di sini," kata Aswi di lokasi bekas kebakaran, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (16/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, menurut Aswi, hanya kanal-kanal tersebut yang dapat dijangkau dengan mesin pompa yang mereka miliki karena sungai terdekat dari lokasi, yakni Sungai Komering, jaraknya tak terjangkau oleh mesin pompa.

Dari kanal-kanal yang berukuran rata-rata 2x3 meter itu, mesin pompa disambung hingga 3 rangkaian selang. Mereka kadangkala menyemprotkan air dari atas dan kadang menyuntikkan ke dalam tanah, tergantung kondisi saat itu.


Yang menjadi masalah menurut Aswi, adalah ketika api merembet ke tengah lahan gambut. Pemadaman melalui darat sangat beresiko mengancam keselamatan pemadam. Sebab tanah di atas lahan gambut sangat rentan ambles.

"Itu ke bawahnya dalam. Bisa lebih dari 3 meter. Makanya petugas nggak bisa masuk," tuturnya.

Tak jarang petugas mengalami luka-luka saat memadamkan api. Apalagi arah angin yang sering tak menentu.

"Kalau di bawah pukul 12.00 WIB, arah angin bisa berputar hingga 180 derajat. Itu yang membahayakan petugas. Apinya bisa berbalik menyerang (petugas). Ada salah satu petugas kami yang sempat kena," terang Aswi.

Menurutnya, arah angin mulai stabil setelah pukul 14.00 WIB. Biasanya angin bergerak ke arah tenggara. Pada waktu-waktu tersebut, petugas bekerja mati-matian memadamkan api.
Kebakaran lahan gambut yang telah padam (Nur Khafifah-detik.com)


Saat ini, lahan-lahan gambut di Kelurahan Kedaton sudah padam dari api. Gambut-gambut sudah mengering dan gosong.

"Ini bukan berarti sudah aman. 3-4 Hari bisa jadi muncul api lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, petugas setiap hari berpatroli. Mereka selalu berkeliling membawa mesin pompa sambil mengawasi lahan-lahan gambut. Jika ada api, petugas langsung mencari sumber air terdekat dan menyemprotkannya ke sumber api.

"Patroli setiap hari 24 jam. Kami selalu memantau berkeliling," ujar Aswi. (kff/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads