Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman Suhefti Hasibuan, mengatakan, gajah berusia 15 dan dua tahun itu diduga mati keracunan. Tim BKSDA yang terdiri dari dokter hewan, mahout, dan polisi hutan sudah melakukan otopsi terhadap gajah Sumatera tersebut.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaaan awal kita keracunan tapi kita sudah mengambil beberapa sampel organ untuk diperiksa di laboratorium," kata Genman saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendapatkan informasi, BKSDA langsung membentuk tim. Pagi tadi, tim BKSDA sudah melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab mati dua ekor gajah tersebut.
"Gajah tersebut bukan anak sama induknya. Karena pada gajah usia 15 tahun tidak ada tanda-tanda dia baru menyusui. Kemungkinan keduanya berkawan," ungkap Genman.
Sepanjang tahun 2015, BKSDA mencatat sudah lima ekor gajah ditemukan mati di Aceh. Tiga ekor di Aceh Jaya dan dua ekor di Aceh Timur. (try/try)











































