Di Jakarta, Ada Sopir Angkutan yang Naikkan Tarif 35%

Di Jakarta, Ada Sopir Angkutan yang Naikkan Tarif 35%

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2005 16:47 WIB
Jakarta - Tarif sebagian besar angkutan umum di Jakarta belum naik, meski harga BBM telah dinaikkan sekitar 30 persen. Para pengusaha menunggu keputusan gubernur DKI. Namun, ada angkutan yang tarifnya naik sekitar 35 persen. Demikian pemantauan detikcom Selasa (1/3/2005). Tarif angkutan yang naik sekitar 35 persen itu salah satunya adalah angkutan kota 02A jurusan Kampung Melayu-Kalibata. Kenaikan tarif dilakukan berdasarkan kesepakatan para sopir angkutan tersebut. Menurut Agus, salah seorang sopir, sesuai kesepakatan, mulai hari ini semua sopir angkutan kota 02A sudah menaikkan tarif angkutannya. Besarnya sekitar 35 persen. "Ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian kenaikan harga BBM," kata Agus. Bila sebelumnya tarif Melayu-Kalibata Rp 1.500 WIB, kini dinaikkan menjadi Rp 2.000 WIB. Dengan kenaikan tarif ini, Agus mengaku banyak penumpang yang menggerutu. Penumpang angkutannya juga makin sedikit saja. "Ini repot kalau harga BBM sudah naik, tapi penumpang tidak mau mengerti," keluhnya. Agus sendiri menyesalkan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM ini. "Pemerintah sekarang ini bagaimana sih. Kayaknya kita selalu saja dirugikan. Padahal, kita semakin sulit untuk mendapatkan uang," ungkapnya. Tarif Bus Kota Belum Naik Sementara itu, tarif sejumlah bus kota belum naik. Budi, sopir bus AC Mayasari jurusan Kampung Melayu-Kalideres mengaku, sampai sekarang tarif bus masih seperti biasa. Pihak perusahaan belum menginstruksikan menaikkan tarif. "Belum ada instruksi dari perusahan. Biasanya untuk kenaikan ada rapat iternal perusahaan dan menunggu SK gubernur dulu. Biasanya SK gubernur baru keluar setelah seminggu ada pengumuman kenaikan BBM," ungkapnya. Sementara Purba, salah seorang sopir Kopaja 502 juga mengaku belum menaikkan tarif busnya. "Biasanya, kita menunggu SK dari gubernur sekitar satu minggu. Setelah itu, baru ada ketentuan tarif dari perusahaan," ujarnya. Saat ditanya apakah ada sopir Kopaja yang berani menaikkan tarif sepihak, Purba menyatakan, tidak satu pun sopir akan berani. "Kalau sampai ketahuan, bisa ditangkap," jelasnya. Purba sendiri mengkhawatirkan, bila ada kenaikan tarif akan bisa mempengaruhi jumlah setoran. Saat ini, setoran yang harus dia bayar ke perusahaan Rp 280 ribu per hari. "Jumlah setoran sekarang saja sudah berat. Setiap hari kita hanya dapat sisa Rp 50 ribu. Itu juga masih dibagi dengan kondektur," aku dia. Dalam pemantauan detikcom, sejumlah angkutan umum seperti Mayasari, PPD, Steady Safe, dan Kopaja memang masih menggunakan tarif lama. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini