"Di mana pun PAN siap, termasuk di kejaksaan (Jaksa Agung). Kita banyak kader kok untuk posisi itu. Untuk kejaksaan ada Mulfachri Harahap (Ketua Fraksi PAN DPR -red), sah-sah saja. Karena PAN tidak perlu disanksikan lagi keberadaanya sejak lahir pasca reformasi," anggota Komisi III DPR dari F-PAN Muslim Ayub di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Ayub mengakui saat ini memang belum ada pembicaraan dengan Jokowi soal jatah kursi untuk PAN. Namun dia yakin saat itu akan segera tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayub mengatakan, sejak menyatakan bergabung dengan pemerintahan, PAN ingin berkontribusi secara maksimal untuk Pemerintah Jokowi.
Namun, dengan posisi saat ini yang tidak berada dalam kabinet, PAN tidak leluasa untuk ikut memberikan masukan terkait persoalan yang dialami pemerintah. Termasuk, gonjang-ganjing masalah ekonomi yang masih terpuruk.
"Maunya, PAN ikut bersama-sama rapat di kabinet. Kita harus tampil dalam kabinet," ucapnya.
Soal berapa jumlah kader PAN yang akan ditarik masuk dan menggantikan siapa, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Menurut dia, Jokowi lebih mengetahui kebutuhannya untuk menempatkan sosok-sosok yang akan membantunya. (tor/van)











































