MUI: Malam Satu Suro Mandi di Pantai dengan Ritual Tertentu Menyimpang

MUI: Malam Satu Suro Mandi di Pantai dengan Ritual Tertentu Menyimpang

Indra Subagja - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 14:53 WIB
MUI: Malam Satu Suro Mandi di Pantai dengan Ritual Tertentu Menyimpang
Foto: istimewa
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar ritual malam satu suro tak dikaitkan dengan aktivitas agama Islam. Aktivitas seperti mandi kembang, melarung sesuatu atau buang benda sama sekali tak ada dalam ajaran Islam.

"Tak boleh melakukan ritual di luar tuntunan Islam," jelas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis, Kamis (15/10/2015).

Menurut dia, bila mandi saja tanpa ritual boleh saja. Tapi bila dengan diiringi ritual-ritual tertentu jelas tidak diperbolehkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pergi ke pantai atau ke gunung dengan ritual tertentu dalam rangka keselamatan adalah menyimpang dari ajaran Islam. Itu kepercayaan animisme, bukan Islam," urai dia.

Menurut Cholil, malam satu suro itu adalah tradisi di Jawa. Sedang di Islam disebut malam tahun baru Muharram, Dan sebaiknya bagi umat Islam diisi dengan kegiatan yang sesuai tuntunan Islam.

"Ibadah kepada Allah dengan zikir di masjid, kemudian meminta yang diinginkan kepada Allah pasti diberikan," tutur dia. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads