Kata Mendagri soal Konflik di Aceh Singkil dan Gerak Intelijen

Kata Mendagri soal Konflik di Aceh Singkil dan Gerak Intelijen

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 14:51 WIB
Kata Mendagri soal Konflik di Aceh Singkil dan Gerak Intelijen
Foto: Nandar/pembaca
Semarang - Konflik di Aceh Singkil yang berimbas pada pembakaran tempat ibadah sudah terdeteksi intelijen namun tidak dilakukan tindakan secara cepat. Hal itu diungkapkan Mendagri Tjahjo Kumolo usai menghadiri Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Tjahjo mengatakan sebelum konflik terjadi, dirinya sempat berkunjung dan bermalam di Aceh. Saat itu ia menerima laporan toleransi beragama di sana baik-baik saja meski sudah terdeteksi adanya indikasi konflik.

"Saya sudah ke Aceh, menginap di sana, tanya Kapolda, Gubernur, katanya terkendali, toleransi beragama tidak  ada masalah. Tim dirjen kami sudah ke sana, ada sinyal itu, berarti deteksi dini sudah ada," kata Tjahjo, Kamis (15/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan sudah adanya deteksi dini tersebut, Tjahjo menegaskan tidak ada alasan intelijen kecolongan. Hanya saja ia mengakui sinyal yang diperoleh itu tidak di-follow up dengan baik sehingga konflik pecah.

"Kami tidak mau ada intelijen mengatakan 'kami kecolongan'. Itu namanya bukan intelijen. Berarti deteksi dini tidak di-follow up dengan baik. Mari kita cari akar masalahnya," tegas Tjahjo.

Oleh sebab itu Tjahjo berharap kasus konflik tersebut diharapkan bisa diusut tuntas untuk mencari tahu siapa dalangnya. Hukum juga harus ditegakkan termasuk oknum-oknum yang kemungkinan terlibat.

"Yang penting proses hukum ditegakkan. Siapa yang jadi provokator, yang menggerakkan harus diproses hukum. Kalau camat yang salah ya beri sanksi, kalau kapolseknya ya diganti atau kapolresnya, apapun itu. Negara yang besar ini, ada  berbagai suku agama golongan. Yang kita tengarai tidak ada konflik agama kok muncul, ada apa ini? Harus segera terurai," beber Tjahjo. (try/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads