DPD Bentuk Desk Khusus Percepat Kerja Sama Rusia-Indonesia

Laporan dari Moskow

DPD Bentuk Desk Khusus Percepat Kerja Sama Rusia-Indonesia

Arifin Asydhad - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 14:14 WIB
DPD Bentuk Desk Khusus Percepat Kerja Sama Rusia-Indonesia
Foto: Arifin Asydhad
Moskow - Baik Rusia maupun Indonesia sama-sama menganggap sangat penting kedua negara mempererat kerja sama. Realisasi kerja sama perlu dipercepat. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membentuk desk khusus untuk merealisasikan ini.

Desk khusus ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad. Penunjukkan ini disampaikan Ketua DPD Irman Gusman saat bertemu Ketua Dewan Federasi Valentina I Matvienko di kantor Dewan Federasi Rusia di Moskow, Rabu (14/10/2015) kemarin. Kehadiran Irman dan beberapa anggota DPD ke Moskow memenuhi undangan Matvienko.

"Kami telah menunjuk desk khusus untuk mempercepat kerja sama kedua negara, yaitu Bapak Farouk," kata Irman sambil mempersilakan Farouk berdiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Matvienko juga telah membuat desk sama yang dipimpin salah seorang anggota Dewan Federasi untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi.

"Kami akan sampaikan kepada Presiden Jokowi dan juga kepala-kepala daerah mengenai peningkatan dan percepatan kerja sama ini. Semoga dua negara ini, Indonesia dan Rusia akan menjadi negara terkemuka," kata Irman.

Dalam membahas peningkatan kerja sama, delegasi DPD juga telah bertemu Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Ketua DUMA Sergey Narishkin, dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Denis Manturov.

Berikut beberapa kerja sama Indonesia dan Rusia yang perlu dipercepat dan direalisasikan:

1. kerja sama di bidang pertahanan. kerja sama ini meliputi antara lain modernisasi alustsista (pesawat tempur Sukhoi dan kapal selam), pertukaran pendidikan militer, dan pemanfaatan teknologi untuk militer.

2. kerja sama investasi, perdagangan, dan perindustrian. kerja sama ini meliputi antara lain pembangunan pabrik pengolahan bauksit di Kalimantan Barat, pembangunan pabrik pengolahan nikel, pembangunan industri perkapalan.

3. kerja sama maritim dan transportasi. Ini meliputi pembangunan kereta api di Kalimantan Timur, pembangunan pelabuhan-pelabuhan dan perkapalan.

4. kerja sama penanganan terorisme. Bulan Desember 2015, akan ada pertemuan negara-negara di Moskow membahas penanganan terorisme. Indonesia diundang untuk berpartisipasi.

5. kerja sama penanganan bencana nasional dan kemanusiaan. Ini meliputi antara lain penanganan kebakaran hutan, Rusia akan mengirimkan dua pesawat amfibi.

6. kerja sama Pariwisata. Antara lain pengembangan bebas visa 30 hari untuk kedua negra . Sekitar 100 ribu wisatawan Rusia sudah ke Indonesia tahun lalu.

7. kerja sama penanganan penyalahgunaan narkotika.

8. Bidang pendidikan: pertukaran siswa dan beasiswa, kerja sama universitas

9. kerja sama migas. Rusis kaan memasok migas Rusia ke Indonesia

10. Kerjsama di bidang nuklir. Meliputi antara lain pembangunan PLTN dan pengembangan bio teknologi (pertanian, kedokteran)

(asy/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads