Mendagri: Bela Negara Bukan Militerisme tapi soal Nasionalisme

Mendagri: Bela Negara Bukan Militerisme tapi soal Nasionalisme

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 13:19 WIB
Mendagri: Bela Negara Bukan Militerisme tapi soal Nasionalisme
(Foto: Muhammad Iqbal/dok detikcom)
Semarang - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menganggap bela negara termasuk hak dan kewajiban masyarakat. Meski demikian, tidak hanya berbicara soal militerisme namun lebih kepada membangun bangsa.

"Kalau bela negara itu prinsip setiap warga negara punya hak dan kewajiban membela. Harus dipunyai tidak hanya TNI dan Polri, seluruh warga harus wajib sama-sama membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harus berani tentukan sikap siapa kawan siapa lawan," terang Tjahjo di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (15/10/2015).

Menurutnya jiwa membela negaraย  memang perlu dilatih dan dikembangkan. Melalui kegiatan bela negara masyarakat akan diberi pengertian dan dilatih untuk menghadapi ancaman dari luar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi pembela negara kan harus dilatih, tidak hanya displin tapi harus memahami misal menggunakan senjata, itu kan penting sekali. Jadi ada semangat bela negara, dia berani meninggalkan keluarga untuk negara," tegas Tjahjo.

Ia menambahkan bela negara yang disiapkan pemerintah bertujuan agar bersama-sama dalam komponen bangsa ada rasa nasionalisame. "Ini bukan militerisme, tapi membangun bangsa, jadi kalau setiap saat ada ancaman siap," ujarnya.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads