"Kalau parameternya adalah saat Jokowi dilantik, maka parameternya menurun. Apalagi memberi prestasi, menurut saya juga nggak," ucap Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Muzani membeberkan beberapa indikator menurunnya kinejra pemerintahan, terutama dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomiย menurun sekitar 5 persen saat Kabinet Kerja memimpin. Lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar naik sekitar 40 persen menjadi Rp 13.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bidang politik, terjadi instabilitas baik dinamika KMP-KIH maupun dinamika internal parpol seperti yang dialami Golkar dan PPP. Indikator terkini lain soal penanggulangan bencana asap yang lama dan meluas.
"Jadi menurut saya ada kerja yang menurun dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Pokoknya merah. Remedial," ucap Muzani soal kesimpulan evaluasi KMP.
Penilaian atas evaluasi itu menurutnya penting sebagai kritikan dan masukan kepada pemerintah agar lebih baik. KMP sebagaimana diketahui adalah kekuatan penyeimbang yang berada di luar pemerintahan.
Dia menyarankan dilakukan perbaikan secara menyeluruh oleh Presiden, misal peningkatan koordinasi dengan Wakil Presiden maupun meningkatkan koordinasi antar menteri dalam mencapai target pemerintahan.
"Jangan ada kegaduhan, seperti kebijakan yang belum diputuskan sudah dilempar ke publik seolah sudah menjadi keputusan. Jadi memang ada leadership yang belum mengigit, sehingga saya kira harus lebih baik," tegasnya.
(bal/tor)











































