"Jika normalnya pesawat bisa terbang 7 jam, sekarang jadi 4 jam saja," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei di posko utama satgas darurat bencana asap akibat karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/10/2015).
Willem menjelaskan hari ini pihaknya mengerahkan sekitar 70 ton air untuk memadamkan api. Air sebanyak 70 ton tersebut diangkut dengan pesawat dan helikopter dari dalam negeri maupun bantuan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan dari negara sahabat tersebut yakni Singapura 5 ton, Malaysia 6 ton dan Australia 15 ton. Tim udara maupun darat sudah bergerak sejak pagi dan akan terus membombardir area yang terbakar.
Namun pergerakan tim udara ini sangat tergantung dengan jarak pandang. Sementara untuk pergerakan tim darat tergantung dengan kondisi area yang terbakar dan keterbatasan air.
"Kalau darat, yang sangat menentukan adalah akses dan keterbatasan air," tuturnya. (khf/aan)











































