Belajarlah Hingga Negeri Rusia

Laporan dari Moskow

Belajarlah Hingga Negeri Rusia

Arifin Asydhad - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 12:04 WIB
Belajarlah Hingga Negeri Rusia
Foto: Arifin Asydhad/detikcom
Moskow - Bayangkan saja, Malaysia mengirimkan sekitar 3.000 pelajarnya ke Rusia. Sementara pelajar Indonesia yang belajar di Rusia hanya 200 orang saja. Padahal jumlah populasi antara Indonesia dan Malaysia bagaikan Bumi dan langit. Perlu upaya ekstra agar banyak lagi pelajar Indonesia yang belajar di Rusia.

Inilah yang membuat galau Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun. Padahal banyak sekali sebenarnya yang bisa dipelajari di Rusia. Universitas-universitas di Rusia, baik yang berada di Moskow maupun di luar Moskow, juga memiliki kualitas yang baik, bahkan terbaik di dunia. Karena itulah, Djauhari menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan pemerintah Rusia, agar semakin banyak pelajar Indonesia bisa belajar di situ.

"Dulu saat saya baru menjadi dubes di sini, hanya ada 108 pelajar Indonesia. Sekarang, mahasiswa Indonesia di sini sudah 200 orang lebih," kata Djauhari usai mendampingi delegasi DPD RI bertemu Menlu Rusia Sergey Lavrof di kantor Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow, Rabu (14/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Djauhari juga telah mengusulkan kepada Kemendikbud untuk menambah beasiswa para mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa dari pemerintah Rusia. Kemendikbud setuju dengan usulan ini dan saat ini pemerintah RI sudah menambah beasiswa US$ 300 kepada masing-masing mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Rusia untuk tambahan biaya hidup. Selama ini pemerintah Rusia hanya menanggung biaya kuliah dan biaya penginapan.

Di Rusia, kata Djauhari, para mahasiswa Indonesia tersebar di berbagai universitas atau perguruan tinggi di Moskow maupun di luar Moskow. Mereka belajar di macam-macam bidang ilmu. Rusia memiliki universitas di bidang teknik maupun teknologi informasi yang sangat baik, begitu juga dengan ilmu ekonomi dan sosial, seperti hubungan internasional.

Djauhari sudah memberi pesan kepada banyak kepala daerah untuk mengirimkan pemuda-pemudi di daerahnya untuk belajar di Rusia. Salah satu yang diapresiasi Djauhari adalah upaya Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek yang mengirimkan setiap tahun 50 pelajar tamatan SMU untuk belajar ilmu-ilmu teknis di Rusia. Saat ini, program Pemprov Kaltim ini memasuki tahun kedua, dan saat ini sudah ada 100 pelajar dari Kaltim yang belajar di Rusia. Pemprov Kaltim membiaya 100 persen biaya pendidikan mereka.

Para pelajar dari Kaltim ini sebagian besar belajar ilmu teknis yang terkait dengan kebutuhan SDM di Kaltim dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya, mereka diminta belajar mengenai perkeretapian di beberapa perguruan tinggi. Para pelajar Kaltim ini disiapkan untuk mengelola perkeretaapian di Kaltim yang pembangunannya akan segera dimulai akhir tahun ini. Pembangunan kereta api di Kaltim ini merupakan investasi dari RZD, Russian Railways Company, perusahaan kereta api terbesar di Rusia. Dengan adanya 100 pelajar dari Kaltim ini, maka jumlah pelajar Indonesia di Rusia menjadi 300 orang.

Rabu malam, Djauhari menggelar acara Business Cocktail dengan para pengusaha Rusia di Wisma KBRI. Hadir para pengusaha Rusia yang berniat melakukan investasi di Indonesia dan mereka dipertemukan dengan Ketua DPD Irman Gusman dan delegasi DPD RI untuk berkomunikasi. Nah, di acara ini hadir juga sekitar 40 pelajar Indonesia yang studi di Moskow, termasuk para pelajar dari Kalimantan Timur.

Para pelajar diminta Djauhari memperkenalkan satu per satu di depan para delegasi DPD. Dari perkenalan itu, diketahui bahwa mereka belajar di berbagai macam ilmu. Beberapa dari pelajar juga mengambil bidang ilmu fisika nuklir. Mereka yang belajar baik di S1, S2, maupun S3 terlihat sangat semangat.

Ketua DPD Irman Gusman dan Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad memberikan motivasi kepada para pelajar Indonesia ini. Irman meminta para pelajar untuk belajar sungguh-sungguh dan kembali ke Indonesia membangun negara. Sementara Farouk menegaskan apa yang dilakukan pelajar-pelajar ini ini adalah bagian dari bela negara.

"Bela negara tidak hanya memanggul senjata, tapi Anda belajar di sini adalah bagian dari bela negara," kata Farouk.

Anggota DPD dari Sumatera Selatan (Sumsel) Siska Marleni tampak terharu saat bertemu dengan pelajar dari Sumsel yang mendapat beasiswa dari Rosatom (perusahaan nuklir di Rusia). Mereka berpelukan, apalagi setelah tahu keduanya berasal dari satu kabupaten.

Anggota DPD Siska Marleni saat bertemu pelajar Sumsel di Rusia
"Saya akan meminta gubernur Sumsel untuk menambah beasiswa kepada pelajar Sumsel ini, karena biaya hidupnya tidak ditanggung Rosatom," kata Siska.

kerja sama Pendidikan Rusia-Indonesia

Soal kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia memang menjadi pembahasan delegasi DPD RI dengan pemerintah Rusia dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Ketua Dewan Federasi Valentina I Matvienko, dan Ketua DUMA Sergey Narishkin. Kedua negara sepakat untuk mengembangkan lagi kerja sama di bidang pendidikan.

"Rusia telah memberikan beasiswa kepada 125 orang pelajar Indonesia untuk belajar di Rusia," kata Menlu Ravlov. Pihaknya juga sudah mengirimkan MoU kerja sama bidang pendidikan kepada pemerintah RI untuk memperluas cakupan kerja sama di bidang pendidikan di tahun-tahun mendatang.

Ketua DPD Irman Gusman menyampaikan terima kasih atas pemberian beasiswa pelajar RI di Rusia dan program pertukaran pelajar yang saat ini terus berjalan. Sejumlah mahasiswa Rusia juga saat ini sedang belajar di Indonesia, termasuk belajar bahasa Indonesia. Di beberapa universitas di Rusia juga sudah ada program pendidikan Bahasa Indonesia.

Ini dia para pelajar Indonesia di Moskow
"Semoga ke depan jumlah pertukaran mahasiswa dan pelajar antara kedua negara semakin bertambah. Kami juga akan dorong daerah-daerah di Indonesia untuk dapat mengirimkan mahasiswanya ke Rusia," kata Irman. (asy/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads