Islam di Rusia dan Selamat Tahun Baru Islam

Laporan dari Moskow

Islam di Rusia dan Selamat Tahun Baru Islam

Arifin Asydhad - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 10:52 WIB
Islam di Rusia dan Selamat Tahun Baru Islam
Foto: REUTERS/Maxim Zmeyev
Moskow - "Selamat tahun baru Islam," begitu kata terakhir yang disampaikan Menteri Luar Negeri RusiaSergeyLavrof saat menutup pertemuan dengan Ketua DPDIrmanGusman dan beberapa anggota DPD RI.Lavrof tahu Indonesia mayoritas beragama Islam, sehingga kalimat penutup itu memang pas. Apalagi,Lavrof mengatakan Rusia tidak menutup mata atas makin banyaknya kaummuslim yang tinggal di Rusia. 

Pertemuan di ruang rapat di kantor Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu (14/10/2015) antara Lavrof dengan delegasi DPD berlangsung selama satu jam. Salah satu pembahasan yang muncul adalah mengenai Islam di Rusia dan Islam di belahan dunia, termasuk soal krisis Suriah. Pertemuan ini secara kebetulan juga berlangsung bertepatan dengan Tahun Baru 1 Muharram 1437 H.

Irman Gusman menyambut ramah kehadiran Menlu Rusia Sergey Lavrof (Arifin/detikcom)

Irman Gusman mewakili masyarakat muslim Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Rusia atas peresmian Masjid Agung Moskow oleh Presiden Putin yang dihadiri beberapa kepala negar muslim beberapa waktu lalu. "Kami masyarakat muslim di Indonesia mengapresiasi peresmian Masjid Agung Moskow ini. Peresmian ini disambut hangat masyarakat Indonesia," kata Irman. 

Irman Gusman mewakili masyarakat Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Rusia atas peresmian Masjid Agung Moskow (Arifin/detikcom)

Masjid Agung Moskow terasa istimewa di ibukota Rusia ini karena selama ini kesan di sebagian masyarakat Indonesia bahwa Rusia masih merupakan negara komunis. Saat ini telah banyak perubahan yang dialami Rusia setelah tamatnya Uni Soviet, terutama dalam 10 tahun terakhir kepemimpinan Putin. Peresmian Masjid Agung Moskow ini menandakan bahwa umat Islam di Moskow juga diberi kebebasan beribadah. 

Masjid Agung Moskow saat ini merupakan masjid terbesar di Eropa, yang dapat menampung sekitar 100.000 jamaah. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1904. Di era Uni Soviet, masjid tersebut satu-satunya masjid yang tidak ditutup dan tetap difungsikan sebagai tempat ibadah umat Islam. Sementara banyak tempat ibadah ditutup, termasuk masjid dan gereja.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat meresmikan Masjid Agung Moskow (dok. Reuters)

Setelah Uni Soviet runtuh, umat muslim Rusia makin menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari masyarakat Rusia. Saat ini Islam merupakan agama terbesar ke-2 di Rusia setelah Kristen Ortodox. Berdasarkan data Mufty Rusia, umat muslim di Rusia mencapai 17,5%. 

Lavrof mengaku tidak menutup mata dengan makin banyaknya muslim di Rusia. Karena itulah, pemerintah Putin membangun kembali Masjid Agung Moskow dan memperbesarnya. Perhatian Rusia terhadap muslim tidak terbatas dengan pembangunan masjid, tapi juga mendorong terciptanya tatanan kehidupan Islam yang damai, termasuk di Timur Tengah.

Putin saat meresmikan Masjid Agung Moskow (dok. Reuters)

"Saya kemarin baru saja mengumpulkan para duta besar negara-negara muslim dalam rangka peringatan tahun baru Islam. Salah satu yang dibahas adalah mengenai Suriah," kata Lavrof. 

Lavrof mengatakan Rusia prihatin terhadap kasus Suriah, yang diopinikan sebagai pertikaian antara muslim Sunni dan Syiah. Saat bertemu dengan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Iyad bin Amin Madani di New York beberapa waktu lalu, Lavrof menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus Suriah. Dia meminta agar OKI mengambil prakarsa untuk penyelesaian kasus ini, agar umat Islam di Suriah hidup dalam suasana aman dan damai. 

Irman Gusman pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Islam di Indonesia membawa wajah yang damai dan penuh toleransi (Arifin/detikcom)

Pada kesempatan ini, Irman Gusman menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi semua alam. Karena itu, Islam di Indonesia membawa wajah yang damai dan penuh toleransi. Irman menyampaikan terima kasih kepada Rusia karena beberapa waktu lalu berinisiatif menggelar acara pertemuan tokoh-tokoh agama sedunia di Rusia, yang juga dihadiri tokoh muslim dari Indonesia Din Syamsuddin.

(asy/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads