"Kami mendesak agar Pemerintah menutup dan menghukum koorporasi besar yang Lahannya paling banyak terbakar, karena ada faktor kesengajaan dilakukan oleh koorporasi besar tersebut membuka Lahan dengan cara pembakaran demi melakukan penghematan dan menghindari biaya besar, Namun mengorbankan jutaan Masyarakat di Sumatera dan Kalimantan," terang Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar, Kamis (15/10/2015).
Dahnil menyesalkan, selama ini kemampuan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menangani kebakaran hutan dan kabut ASAP di Sumatera dan Kalimantan buruk. Bahkan akar Masalah kabut asap yakni pembakaran hutan oleh korporasi besar terkesan kompromis. Pemerintah tidak berani menindak tegas koorporasi-koorporasi besar yang rata-rata adalah pelaku pembakaran hutan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berbahaya sekali buat kelangsungan NKRI Karena mengabaikan hak-hak hidup masyarakat banyak Untuk mendapatkan lingkungan dengan utara yang Sehat. Oleh sebab itu kami meminta Pemerintah menghentikan pandangan seperti ini dan segera menutup dan menghukum koorporasi besar pembakar hutan tersebut," urai dia. (slh/dra)











































