Menjajal Kunafah, Penganan Ringan Nan Manis dari Jazirah Arab

Menjajal Kunafah, Penganan Ringan Nan Manis dari Jazirah Arab

Gagah Wijoseno - detikNews
Kamis, 15 Okt 2015 04:17 WIB
Menjajal Kunafah, Penganan Ringan Nan Manis dari Jazirah Arab
Foto: Gagah Wijoseno
Jeddah - Pesan Rasul yang menyebutkan silaturahmi akan memperluas rizki langsung terbukti kala kami dari Tim Media Center Haji (MCH) diundang Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat datang ke rumahnya. Di rumah dinasnya yang terletak di Jeddah kami disuguhi penganan khas negara timur tengah yang bernama Kunafah, alhamdulillah.

Dalam perjalanan ke rumahnya usai acara di KJRI, kendaraan yang ditumpangi Pak Arsyad sempat mampir sejenak di restoran Al Seddah. Jujur, kami sempat bergurau Pak Arsyad akan menyuguhi kami dengan makanan standar Arab yang berat seperti nasi mandi dan kawan-kawannya. Namun dugaan itu salah, ternyata Pak Arsyad mentraktir kami Kunafah.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat tiba di rumah dinas Pak Arsyad yang bergaya town house, kami disambut ramah oleh perempuan ramah bernama Titin Suhartini yang tak lain adalah istri Pak Arsyad. Kami dipersilakan duduk di sofa-sofa empuk dengan alas lantai karpet.

"Ada di sana yang ruang tamu arab. Tidak pake sofa, kursinya lesehan," tutur Pak Arsyad.

Setelah kami menghilangkan dahaga dengan sebotol kecil jus buah, Bu Suhartini datang dengan membawa beberapa wadah yang terbuat dari alumunium berbentuk bundar dengan diameter kurang lebih 20 cm. Saat saya pegang wadah itu terasa hangat, rasanya seperti memegang tempat lasagna atau pie apel.



Saat penutup kartonnya dibuka maka tampaklah makanan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Bentukya mirip bolu dengan laburan di atas seperti serutan kelapa yang disangrai menjadi kecoklatan. Saya menduga-duga bagaimana rasanya, apakah gurih atau manis.

Hap... satu suapan masuk dengan mulus ke mulut saya. Ternyata rasanya manis dan di dalamnya berisi krim lembut yang saya duga kuat adalah keju. Enak sekali, taburan di atas kue ternyata bukan serutan kelapa tapi lebih mirip bihun kering yang dipotong pendek-pendek dan sangat lembut.

"Itu namanya Kunafah," kata Bu Suhartini.

Karena penasaran dengan Kunafah, saya langsung menggoogling tentang Kunafah, sambil terus makan tentunya. Ternyata kue ini sangat terkenal di jazirah Arab. Biasa dimakan orang Arab saat bulan Ramadan untuk berbuka puasa.

Kunafah dibuat dengan adonan khusus Kunafah lalu diisi oleh krim keju dan ada yang dicampur dengan kacang almond yang sudah dihancurkan kemudian dipanggang.

"Tapi di sini tetap jual kok setiap hari. Biasanya di tempat yang jual nasi Mandi juga ada kue ini," kata Bu Suhartini.

Krim di dalam Kunafah buatan yang dijual restoran Al Seddah sangat lembut, sehingga tidak membuat eneg. Bu Suhartini mengatakan dari semua Kunafah yang pernah dicicipinya sejak 3 tahun lalu, Kunafah di restoran inilah yang paling enak.



"Adanya di Jalan Palestina, Jeddah. Dulu pernah dibawain Abah (Pak Arsyad-red) cuma beda rasanya," katanya

Tidak hanya saya yang mengatakan Kunafah ini enak, kawan-kawan dari MCH juga menghabiskan semua Kunafah yang disajikannya sampai tandas. "Enak, tidak terlalu manis," tutur Ratna yang berasal dari Republika.

Kunafah disukai anggota keluarga Pak Arsyad, tidak terkecuali kedua anaknya yakni Filwa Karima Arsyad (10) dan Fawwaz Belkhir Arsyad (8). Sama seperti keluarga di Arab, Pak Arsyad mengaku Kunafah paling cocok disantap untuk berbuka puasa saat Ramadan.

Bu Suhartini mengatakan Kunafah juga bisa dibawa ke Indonesia jika mau. Karena dulu Pak Arsyad juga sering membawakan Kunafah sebagai oleh-oleh di Tanah Air. Tetapi ada sedikit catatan kalau mau membawa Kunafah.

"Kalo terbang besok belinya sekarang. Terus jangan terlalu sering diangetin nanti rasanya berubah," tuturnya.

Boleh juga nanti bawa ke Indonesia. Harganya cukup bersahabat, hanya 8 riyal per loyang kecil. (gah/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads