Emas biru sendiri dimaksudkan sebagai istilah budidaya perikanan di Maluku dan Maluku Utara, termasuk Ambon, yang berpotensi dapat mengangkat perekonomian warga. Meski memiliki sumber daya laut yang kaya, di wilayah Maluku kurang dimanfaatkan dari sisi pembudidayaan.
Kodam Pattimura bekerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon melakukan pelatihan kepada para nelayan tentang budidaya ikan melalui Karamba Jaring Apung (KJA). Hal tersebut lantaran meski potensi laut di Maluku dan Maluku Utara sangat besar, nelayan sempat selama ini hanya bergantung pada hasil ikan tangkapan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat kalau kita tidak fasilitasi dengan baik, tidak diedukasi dengan baik yang muncul apa? nantinya akan konflik," ucap Nasir kepada Mayjen Doni saat berkunjung di Ambon seperti tertulis dalam keterangan Pendam Pattimura yang diterima detikcom, Rabu (14/10/2015).
Selain memiliki konsentrasi terhadap para nelayan dan hasil dari budidaya, Nasir juga memikirkan mengenai para peneliti tentang budidaya ikan tersebut. Pihaknya juga akan memberikan support.
"Peneliti ini bapak yang menemukan ini menghubungkan, kami pemerintah pusat kami akan coba fasilitasi termasuk dengan penelitiannya. Harus didampingi itu, karena kita punya potensi perikanan yang jadi contoh dunia, luar biasa perikanan kita," tutur Nasir.
Mayjen Doni pun menyambut hangat uluran tangan Nasir. Dalam kunjungan Nasir yang dilakukan pada Minggu (11/10) lalu, mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan tentang pelatihan pembudidayaan tanaman dan kelautan yang telah dilaksanakan dan akan menjadi program yang berlanjut dalam membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Mayjen Doni memberi penjelasan saat Menteri Nasir berkunjung ke lokasi budidaya ikan di Ambon (Dok. Pendam Pattimura) |
Dikatakan Doni, pelatihan yang dilakukan oleh Kodam Pattimura itu tidak hanya untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Namun juga sebagai upaya untuk mempererat persaudaraan antar peserta yang berasal dari desa-desa yang sering bertikai.
"Kalau kami kan masuk dalam wilayah untuk bisa memberi perdamaian secara alamiah. Jadi kami menampung proses pelatihannya, secara teknologinya itu dari peneliti," jelas Doni kepada Nasir seperti tertulis dalam keterangan yang sama.
Kepada Doni, Nasir pun berjanjiย akan membantu dan menghubungkan kepada pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan budidaya ikan. Bahkan termasuk kepada Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya Nasir memang sudah menyinggung tentang bantuan terhadap program emas biru di Maluku. Pihak BPBL Ambon yang sudah cukup lama melakukan budidaya ikan kerapu dan kakap putih dan berpotensi mendatangkan untung besar bagi negara namun masih kekurangan fasilitas sehingga sulit untuk pengembangan lebih lanjut.
"Soal itu, kami di sana sudah bicarakan dengan rektor Universitas Pattimura dan ada 1 kampus lain. Itu yang membantu mengembangkan perikanan di sana karena Universitas Pattimura punya fakultas perikanan," ungkap Nasir di Kepulauan Seribu, Rabu (23/9).
Tak hanya soal pengembangan, Nasir juga menaruh perhatian mengenai produksi dan distribusi dari program yang digagas oleh Mayjen Doni. Termasuk bagaimana cara masyarakat memasarkan hasil budidaya mereka.
"Fasilitas pengembangan ini dilakukan bersama masyarakat, tapi yang penting masyarakat ini kalau sudah panen mau diapakan. Jadi nanti perlu ada investor yang bisa menyediakan cold storage dan bantu pemasarannya," katanya.
"Nanti akan saya sambungkan ke Perusahan Perikanan Umum Indonesia (Perindo). Jadi mereka juga akan bantu fasilitasi karamba-karambanya. Dengan peningkatan fasilitas, pemanfaatan oleh masyarakat, tapi juga soal penjualannya. Nanti bisa dengan ini," lanjut Nasir menyambut positif. (elz/dha)












































Mayjen Doni memberi penjelasan saat Menteri Nasir berkunjung ke lokasi budidaya ikan di Ambon (Dok. Pendam Pattimura)