Lewati Jalan Malioboro Yogya, 'Helikopter Bung Karno' Jadi Perhatian Warga

Lewati Jalan Malioboro Yogya, 'Helikopter Bung Karno' Jadi Perhatian Warga

Edzan Raharjo - detikNews
Rabu, 14 Okt 2015 16:31 WIB
Lewati Jalan Malioboro Yogya, Helikopter Bung Karno Jadi Perhatian Warga
Foto: Edzan R
Yogyakarta - Benda-benda bersejarah dipamerkan di jalan Malioboro Yogyakarta. Benda-benda bersejarah tersebut selama ini tersimpan di museum.

Benda-benda museum tersebut memang diikutkan dalam karnaval festival museum di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (14/10/2015). Benda-benda museum yang cukup menarik di antaranya helikopter kepresidenan di masa Presiden pertama RI Bung Karno. Di sepanjang jalan, helikopter Hiller ini ditumpangi oleh Bung Karno yang diperankan oleh orang lain dengan mengenakan baju mirip Bung Karno.

Helikopter ini ditarik menggunakan mobil Jeep. Kemudian di belakangnya dikawal tentara perjuangan. Di belakangnya adalah peluru kendali dengan ukuran cukup besar sehingga memenuhi badan jalan Malioboro. Helikopter dan peluru kendali ini merupakan koleksi museum Dirgantara Mandala Yogyakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini helikopter yang pernah dipergunakan untuk pesawat kepresidenan Bung Karno pada tahun 1950. Mesin masih ada tetapi sudah mati, bisa dikunjungi di museum Dirgantara," kata Kasubsi Jian Museum Dirgantara Mayor Mujito di jalan Malioboro Yogyakarta.

Ada juga dokar yang membawa Panglima Besar Soedirman saat berjuang dari Semanu ke Wonosari Gunungkidul yang ditarik oleh manusia. Kondisi Panglima Besar Soedirman saat itu dalam kondisi sakit karena usai menjalani operasi paru-paru. Namun, Panglima Besar Soedirman tetap gigih berjuang melawan penjajah.

Kemudian replika patung mantan Presiden ke-2 Soeharto yang disuguhkan oleh museum Memorial Jenderal Besar TNI HM Soeharto di Kemusuk Bantul DIY. Selain membawa replika patung Soeharto, juga membawa hasil bumi yang melimpah seperti sayur-sayuran dan beras yang menggambarkan kesejahteraan.

Panitia festival museum, Adit Noor mengatakan karnaval diikuti oleh kontingen dari 33 museum di DIY dan 5 museum di luar DIY. Dari 38 museum tersebut dibagi dalam 3 kategori yakni museum seni dan budaya, museum sejarah perjuangan dan museum ilmu pendidikan dan teknologi.

(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads