PBB: Program Nuklir Korut, Hal Paling Mengkhawatirkan
Selasa, 01 Mar 2005 16:01 WIB
Jakarta - Pemerintah Korea Utara (Korut) belum lama ini mengumumkan bahwa pihaknya memiliki senjata nuklir. Deklarasi ini merupakan hal yang paling mengkhawatirkan dan punya implikasi keamanan yang serius.Demikian dikatakan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional alias IAEA, Mohamed ElBaradei seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/3/2005).Statemen tersebut disampaikan ElBaradei kepada dewan gubernur IAEA yang terdiri dari 35 negara. Menurut pemimpin badan nuklir PBB itu, pengumuman Korut soal senjata nuklir itu menekankan pentingnya untuk segera menemukan solusi diplomatik melalui dialog.Pemerintah Korut mengusir tim inspeksi senjata IAEA pada Desember 2002 lalu dan sebulan kemudian menarik diri dari perjanjian nuklir global, Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT).Belum lama ini, Pyongyang untuk pertama kalinya, secara terbuka dan resmi mengumumkan bahwa pihaknya memiliki senjata atom. Negeri komunis itu juga menyatakan mundur dari keikutsertaan dalam negosiasi enam negara mengenai isu nuklirnya.Namun menurut koran Sankei Shimbun, Senin (28/2/2005) kemarin, yang mengutip sumber-sumber pemerintah Jepang, Korut telah mengatakan kepada Korea Selatan melalui saluran tidak resmi, bahwa negara itu akan kembali ke meja perundingan pada Juni mendatang.
(ita/)











































