Kadishub DKI: Busway Koridor 6 Paling Disorot karena Tak Memuaskan

Kadishub DKI: Busway Koridor 6 Paling Disorot karena Tak Memuaskan

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Rabu, 14 Okt 2015 15:29 WIB
Kadishub DKI: Busway Koridor 6 Paling Disorot karena Tak Memuaskan
Foto: Edo/detikcom
Jakarta - Tidak hanya bus yang reyot, rupanya pelayanan bus TransJ di Koridor 6 (Dukuh Atas-Ragunan) juga kerap menjadi sorotan publik. Kadishubtrans DKI Andri Yansyah menyebut palayanan Koridor 6 paling tidak memuaskan penumpang.

"Koridor 6 memang paling disoroti paling kurang memuaskan pelayanannya. Makanya kita pilih justru yang kompleksitasnya paling tinggi. Jangan yang paling mudah," ujar Andri saat dihubungi, Rabu (14/10/2015).

"IndII memberikan semacam kajian terkait masalah koridor 6 yang akan kita jadikan percontohan untuk masalah sterilisasi, masalah infrastrukturnya, masalah pembangunan haltenya, masalah pembangunan barrier gate, termasuk kita akan membangun park and ride di Ragunan karena ada kemungkinan akan ada lonjakan penumpang, kemungkinan kita akan bangun park and ridenya 2 lantai 3 lantai," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IndII kepanjangan dari AusAID's Indonesia Infrastructure Initiative (IndII). Lembaga konsultan milik Australia itu aktif membantu kota Jakarta mengembangkan sistem Bus Rapid Transit (BRT), termasuk mengawal transisi pengelolaan moda transportasi itu dari UP TransJakarta Busway ke BUMD PT Transportasi Jakarta sepanjang tahun 2014 lalu.

Andri mengatakan nantinya sistem park and ride akan diterapkan di 12 koridor. Ide dan kajian tersebut didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

"Kalau Pak Gubernur minta tahun ini bisa terealisasi. Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait, misalnya untuk pembangunan jalannya, penataan tamannya dari Dinas Pertamanan dan Dinas Bina Marga," lanjutnya.

Bicara soal anggaran untuk pembangunan, Andri menyebut diupayakan dari APBD 2015. "Jadi hasil kajian kemarin, langsung saya bikin surat, kepada stakeholder terkait untuk membicarakan tindak lanjut ke depannya. Ngebut saja lah. Kalau bisa tahun sekarang ya tahun sekarang, pakai APBD Tahun 2015," kata Andri.

Tidak hanya rencana pembangunan fasilitas park and ride, tetapi juga infrastruktur jalan, separator, taman dan halte juga akan dibenahi semua. Termasuk juga masalah sterilisasi jalur yang kerap dimasuki oleh kendaraan pribadi.

"Jadi nanti selain busway (bus TransJ) bisa masuk ke situ, kecuali ambulans dan pemadam kebakaran. Nanti kita kaji juga bus pariwisata yang berpenumpang, tapi untuk yang pribadi-pribadi enggak boleh," pungkasnya.

Pemprov DKI tengah menanti kedatangan bus TransJ baru buatan anak bangsa pada akhir tahun ini. Ahok menyebut lebih baik bus yang dipesannya lama daripada harus impor lagi.

Sebelum ini, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan akhir dari Dishubtrans DKI mengenai penambahan angkutan pengumpan di jalur busway Koridor 6.

"Awal 2016 akan ada operator yang berakhir periode kontraknya dan harus mengganti sekitar 211 armadanya," kata Kosasih dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (12/10).

Apabila awal 2016 mendatang mereka (operator) mampu melakukan pengadaan bus lebih cepat maka dapat dilakukan peremajaan bus di berbagai koridor, terutama Koridor 6. Sehingga Kosasih optimistis di awal dan pertengahan 2016 wajah bus Koridor 6 bisa berubah.

Ahok sendiri memang tengah memantau TransJ yang belakangan pelayanannya makin banyak disoroti masyarakat. Dia mengancam akan mengganti direksi PT TransJ tahun ini jika tak ada perubahan signifikan dalam pelayanan. (aws/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini