1.680 Mahasiswa DKI Demo BBM Naik, Istana Sasaran Favorit
Selasa, 01 Mar 2005 16:00 WIB
Jakarta -
Seribuan demonstran dari 11 elemen mahasiswa di Jakarta menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM. Istana Merdeka pun jadi sasaran favorit.Demikian data yang dihimpun dari Laporan Direktorat Intel dan Keamanan Polda Metro Jaya, Selasa (1/3/2005). Dari 11 elemen mahasiswa itu, 7 di antaranya memilih lokasi aksi di Istana Merdeka.Mereka adalah BEM UI dengan 150 orang setelah sebelumnya beraksi di Gedung DPR, Lingkar Aksi Mahasiswa Jakarta Raya dengan 250 orang, Aliansi Rakyat Bersatu dengan 150 orang, Laskar Pemuda Rakyat Miskin dengan 100 orang, Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan dengan 100 orang, Sentral Gerakan Mahasiswa Jakarta dengan 80 orang, Gerakan Mahasiswa Pembebasan dengan 150 orang.Sedangkan 4 elemen lainnya tidak memilih Istana Merdeka sebagai tempat beraksi. Mereka adalah BEM se-Jabotabek dengan 300 orang di Bundaran HI. Kemudian mahasiswa UIN IIQ dengan 100 orang di Terminal Lebak Bulus. mengajak sopir dan awak bus melakukan aksi mogok.Selain itu adalah mahasiswa UKI dengan 150 orang yang beraksi di depan kampusnya di Cawang. Aksi diwarnai dengan pembakaran ban bekas. Ditambah lagi dengan sekitar 150 mahasiswa UKI Salemba yang menggelar aksi di kampusnya.Humas Polda Metro Jaya menyebutkan, pihak Polda akan membubarkan demonstrasi yang tidak berizin. Apabila terdapat pihak demonstran yang membakar foto kepala negara dan wakilnya, maka Polda akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku karena itu merupakan penghinaan terhadap kepala negara.Untuk pengamanan di Istana Merdeka, pihak kepolisian menurunkan sekitar 452 personel yang terdiri dari Direktorat Intekam 18 orang, Direskrimum 20 orang, Tim Nego Polwan 42 orang, Direktorat Samapta 170 orang, Brimob 164 orang, Ditlantas 20 orang, pengamanan objek vital 10 orang, dan Bidang Dokumentasi dan Kesehatan 8 orang. Sedangkan pengamanan di Bundaran HI terdiri dari Satuan Dalmas 85 orang, Brimob 75 orang, dan Tim Nego Polwan 42 orang.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































