Jokowi: Kekerasan Berlatar Agama dan Keyakinan Merusak Kebhinekaan!

Jokowi: Kekerasan Berlatar Agama dan Keyakinan Merusak Kebhinekaan!

Herianto Batubara - detikNews
Rabu, 14 Okt 2015 10:07 WIB
Jokowi: Kekerasan Berlatar Agama dan Keyakinan Merusak Kebhinekaan!
Foto: Thinkstock/panaramka
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyesalkan adanya pembakaran gereja di Aceh Singkil hingga menyebebakan bentrokan antar kelompok. Dia meminta kekerasan di daerah tersebut segera dihentikan.

"Hentikan kekerasan di Aceh Singkil," cuit Jokowi lewat akun Twitter pribadinya @jokowi seperti dikutip detikcom, Rabu (14/10/2015) pagi.

"Kekerasan berlatar apapun, apalagi agama dan keyakinan merusak kebhinekaan," imbuh Jokowi menegaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya mengatakan, bentrokan warga di Aceh Singkil karena ada kesalahpahaman antar warga. Bentrokan ini diawali dengan peristiwa pembakaran tempat ibadah. Seorang warga tewas dalam bentrokan ini.

Badrodin, menyebut ada 20 orang yang ditangkap dalam peristiwa ini. "Masih didalami apakah yang ditangkap ini apakah terlibat. Kami tindak tegas," kata dia di rumah dinasnya Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

Selain itu polisi juga mengamankan 20 motor, 3 mobil pikap, 3 mobil colt diesel dan senjata tajam yang digunakan yakni parang, kapak juga batang bambu.

"Saya minta untuk menahan diri agar jangan sampai masyarakat terpancing oleh provokasi melalui SMS-SMS. Saya berharap semua warga menahan diri dan menyelesaikan kasus ini secara hukum," imbuh Badrodin.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antar warga di Aceh Singkil ini bermula dari penyerangan rumah ibadah karena warga memprotes 21 bangunan gereja yang tidak memiliki izin. Warga yang mendesak pembongkaran gereja sempat berdialog dengan pemda setempat sehingga tercapai kesepakatan eksekusi pembongkaran dilakukan pada Senin (19/10) pekan depan.

Namun ada kelompok warga yang tidak terima dengan kesepakatan ini dengan alasan, warga yang ikut dalam dialog bersama Pemda bukan perwakilan dari warga yang menolak rumah ibadah tanpa izin. Kelompok warga inilah yang melakukan pembakaran gereja. (hri/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads