Pemandangan unik tersebut merupakan rangkaian perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1437 Hijriyah di Kota Sukabumi, Selasa (13/10/2015).
"Nggak-nggak terasa panas, malahan hangat. Nggak ada ritual khusus tadi cuma dikasih air putih oleh pesantren sebelum pegang bola ini," ujar Diki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seni yang biasa disingkat Boles ini sudah dikenalkan kepada warga Sukabumi maupun luar daerah sebagai kesenian lokal khas Kota Sukabumi, malam ini digelar oleh pengelola Pondok Pesantren Alfath untuk memeriahkan perayaan tahun baru islam 1437 Hijriyah di Kota Sukabumi," terang Muraz.
Menurut Muraz, Boles dibuat dari kelapa kering yg udah di kupas tapi masih disisakan serabutnya kemudian dipukul menggunakan palu supaya lunak dan direndam selama beberapa menit didalam minyak tanah agar meresap.
"Nggak ada unsur mistis, kalau saya sebelum pegang tadi baca Bismillah dulu karena api yang berkobar lumayan besar," lanjut Muraz.
Kehadiran Kapolresta dan Wali Kota malam ini juga untuk membuka pelaksanaan pertandingan olahraga Boles yang memperebutkan piala KH Ahmad Sanusi salah seorang pejuang asal kota sukabumi.
"Olahraga kesenian boles sudah kita perkenalkan ke luar daerah hingga ke Dumai Riau, dan sejumlah wilayah lainnya. Tentu kita harus bangga, karena banyak juga orang luar yang mau berlajar tentang kesenian ini," ujar Muraz. (fdn/fdn)











































