"Berdasarkan keterangan psikolog seksual Zoya Amirin, Agus ini tidak memiliki penyimpangan seksual, tetapi lebih kepada mengalami gangguan seksual," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada detikcom, Selasa (13/10/2015).
Dari hasil pemeriksaan psikologi, diketahui Agus sudah dua kali menikah. Ia bahkan telah memiliki 3 orang anak dari hasil perkawinannya itu. Tapi tidak dijelaskan istri yang telah melahirkan ketiga anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Agus memiliki latar belakang kehidupan yang sangat keras di masa lalunya. Agus hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) yang kemudian di usia 13 tahun turun ke jalanan.
"Di usia 15 tahun, dia sudah mengenal hubungan seksual. Sampai akhirnya dia menghamili (wanita yang menjadi) istri pertamanya itu," imbuhnya.
Setelah menjalani rumah tangga, biduk rumah tangganya pun tidak harmonis. Agus lebih banyak 'jajan' di luar jika ingin melampiaskan hasrat seksualnya.
"Dia kalau lagi pengen suka jajan ke Prancis, Dadap. Sebulan bisa sampai 3 kali," imbuhnya.
Namun, karena sering bergaul dengan anak-anak remaja, Agus kemudian mencoba melampiaskannya kepada remaja putri yang sering main di warung di bedengnya di Kampung Rawalele, Kalideres, Jakbar.
Agus juga mengaku mencoba mencabuli korban yang dibunuhnya saat itu karena hasrat seksualnya.
"Artinya dia main sama siapa saja, kalau ada kesempatan dia cabuli korbannya," imbuhnya.
Selain itu, Krishna juga mengatakan jika orang tua Agus tinggal di rumah layak di samping bedengnya. Namun Agus tidak tinggal di situ dan memilih tinggal sendiri di bedeng. Apa alasannya, belum terungkap dari mulut pimpinan geng 'Boel Tacos' ini.
"Rumahnya itu ada di sebelah bedeng. Di situ ada pintu pagar dua dan di komplek, tetapi dia tidak tinggal di situ. Dia lebih senang tinggal di bedeng untuk menyendiri," kata Krishna. (mei/fdn)










































