2.000 Orang di Solo Tuntut Pembebasan Ustadz Ba'asyir
Selasa, 01 Mar 2005 15:47 WIB
Jakarta - Tidak kurang dari dua ribu orang menggelar aksi menuntut vonis bebas bagi Abu Bakar Ba'asyir. Selain menilai ada intervensi asing dalam penanganan kasus tersebut, peserta aksi juga menilai pemerintah telah menerapkan kebijakan mengundang azab.Massa gabungan laskar Islam, ormas keislaman dan santri yang menyebut diri sebagai Aliansi Umat Islam (UIS) tersebut turun ke jalan dengan melakukan jalan kaki bersama sejauh lima kilo meter dari Lapangan Kotabarat menuju Bundaran Gladag melalui Jalan Slamet Riyadi Solo, Selasa (1/3/2005). Tak urung lalu lintas di pusat kota Solo sempat tersendat selama iring-iringan berjalan. Sebagian besar peserta aksi adalah santri Pesantren Al-Mukmin Ngruki, baik putra maupun putri. Ada yang mengenakan seragam sekolah, seragam olah raga, pakaian pecinta alam hingga seragam bela diri. Selain itu, para ustadz mereka juga ikut turun aksi.Sesampai di Bundaran Gladag, digelar orasi secara bergantian yang dilakukan oleh tokoh-tokoh aksi. Salah satu yang didaulat memberikan orasi adalah Ketua LPD MMI Kota Solo, Afif Abdul Majid. Dalam orasinya, Afif menilai Pemerintah telah menempuh kebijakan mengundang azab dengan menaikkan harga BBM dan menyakiti ulama.Jika pada tanggal 3 Maret nanti, Ba'asyir dinyatakan bersalah dan tetap dikenai hukuman sekecil apa pun, menurut Afif, Pemerintahan Yudhoyono telah menambah kumulasi potensi azab yang ditanamnya sendiri. "Karena hanya demi memenuhi pesanan asing, pemerintah telah secara sadar mendzalimi ulama yang tidak bersalah," teriak Afiff.Dalam sikap resmi aksi, mereka menuntut Ba'asyir dibebaskan dan sekaligus direhabilitasi nama baiknya. Setelah pembacaan peryataan sikap dan doa bersama, mereka membubarkan diri secara tertib.Seperti diketahui, Kamis (3/3/2005) adalah pembacaan vonis dalam persidangan kasus terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba'asyir. Selain menggelar aksi, Rabu besok ratusan pendukungnya juga akan berangkat ke Jakarta dengan belasan bus untuk memberikan dukungan moral bagi Ba'asyir.
(asy/)











































