Ribuan sandal berlafal Allah tersebut dibungkus dalam 35 karung dan diambil dari pabriknya di kawasan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, dikumpulkan di halaman kantor PWNU Jatim, Selasa (13/10/2015).
Sandal produksi PT Pradipta Perkasa Makmur yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat dibakar dan disaksikan oleh Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Allallah, owner PT Pradipta Perkasa Makmur Liem Long Hwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Allallah mengatakan, produsen sandal berlafal Allah ini mengatakan, pihak perusahaan mendatangi PWNU dan mengakui ketidaksengajaan dan ketidaktahuan tentang norma dan etika.
"Beredarnya sandal yang berlafal Allah yang berindikasi melecehkan umat Islam memang benar tidak disengaja. Mereka dengan tulus menyampaikan permohonan maaf melalui PWNU," kat KH Mutawakil Allallah.
"Mereka sudah meminta maaf. Sebagai umat Islam. Sesuai ajaran Islam, kita memaafkannya. Permintaan maaf terbuka ini, umat Islam menyikapinya dengan bijak dan ikut menjaga ketertiban masyarakat," tandasnya. (roi/try)












































