Junimart menyebut sudah jelas masalahnya dugaan pelanggaran etik karena Fadli dan Setya Novanto hadir dalam jumpa pers capres AS Donald Trump. Junimart meminta Fadli menghormati institusi MKD, jika tidak, maka lebih baik MKD dibubarkan.
"Datang saja ke MKD, klarifikasi. Jangan bikin opini. Kalau begini caranya bubarkan saja MKD. Jangan jadi preseden. Nanti ada anggota dipanggil, 'pimpinan saja tidak datang'," ujar Junimart di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walau mereka (pimpinan DPR) yang membuat. Tapi belum tentu mereka paham," kritik politisi PDIP itu.
Karenanya, Junimart meminta Fadli dan Setya Novanto datang memenuhi panggilan MKD, setelah mangkir pada panggilan kedua. MKD menjadwalkan keduanya akan dipanggil untuk terakhir kalinya pada 19 Oktober minggu depan.
"Sudah kita berikan surat undangan, di situ sudah jelas pasalnya apa. Masalahnya apa. Pertemuan dengan Donald Trump. Ada di surat itu," tuturnya.
"Datang satu menit, kenapa harus takut datang ke MKD, kenapa bicara di luar. Ini MKD besar (ruangannya) di sini, berapa langkah dari ruang pimpinan DPR. Bukan kita keras, tapi hargai peraturan yang mereka buat sendiri. Saya hanya jalankan aturan yang mereka buat," tegas anggota komisi III DPR itu.
(bal/tor)











































