Menurut salah satu korban, Syahrul (15), kejadian terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu dirinya bersama Ubaidillah dan enam anak pesantren lainnya berboncengan dua motor menuju ke sekolah untuk menjalani ujian.
Lalu, saat melintas di Jalan Mandala, rombongan anak-anak ini diserempet oleh sebuah motor berukuran besar. Mereka yang langsung tergeletak pun sampai tidak mengetahui pasti jenis motor besar yang menabrak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak di bawah umur ini biasanya diantarkan staf pesantren yatim piatu itu. Tapi kali ini, staf tersebut tidak ada sehingga seorang santri yang bisa membawa mencoba mengendarai dengan berboncengan bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, saat itu ada tiga motor berukuran besar melintas. Namun, yang paling belakang dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menyerempet.
"Habis itu nggak inget lagi, tiba-tiba sudah di rumah sakit," ujar Syahrul.
Di lain pihak, salah satu pengajar di pesantren, Ustaz Abas mengatakan, motor yang dipakai anak-anak untuk ujian sekolah ialah milik staf pesantren. Menurutnya, biasanya yang mengantar para anak-anak ialah pengajarnya tapi karena waktu itu lagi ada pengajian, akhirnya anak-anak yang bisa bawa motor yang mengantarkan.
"Ujiannya di sekolah lama di daerah Kayu Manis. Saat itu, menurut saksi di lapangan ada mobil dari arah Bogor mau puter balik ke arah Bogor, di belakangnya ada motor berukuran besar dengan kecepatan tinggi mau menghindar mobil yang mau puter balik dan lari ke kiri dan posisi adik-adik di kiri langsung kesenggol dan jatuh," terang Ustaz Abas.
Ustaz Abas menambahkan, saat ini untuk korban bernama Ubaidillah dibawa ke rumahnya di kawasan Depok untuk mendapatkan perawatan intensif karena luka para di dahinya. Sedangkan anak-anak lain tetap di pesantren.
"Seperti Syahrul masih harus CT Scan kata dokter karena sempat ada benturan. Takutnya ada kenapa-kenapa kepalanya," tutup Ustaz Abas, pengajar di pesantren khusus yatim piatu, duafa dan mualaf itu. (spt/dra)











































