Kisah Buwas Dibantu Ahok Iklan Bahaya Narkoba, Hemat Uang BNN Ratusan Juta

Kisah Buwas Dibantu Ahok Iklan Bahaya Narkoba, Hemat Uang BNN Ratusan Juta

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 14:19 WIB
Kisah Buwas Dibantu Ahok Iklan Bahaya Narkoba, Hemat Uang BNN Ratusan Juta
Foto: Edward Febriyati
Jakarta - Kepala BNN Budi Waseso bercerita tentang mahalnya beriklan kampanye bahaya narkoba, sementara dia tak mau menghabiskan anggaran BNN. Untungnya, dia dibantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Peran penting media masa dalam mengedukasi bahaya narkoba sangat penting, salah satu contoh pertama kali ketika kita menaruh iklan layanan di bus kita harus bayar 200 juta. Itu satu bus tentu manfaat tidak begitu dirasa. Bagaimana jika (iklan) ditempel di 10 bus? Bisa habis anggaran kita," kata Buwas.

Buwas menyampaikan hal itu dalam acara Sarasehan Advokasi P4GN bagi kalangan media, di Kawasan Rasuna Episentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buwas sendiri mengaku telah menyampaikan mahalnya beriklan bahaya narkoba itu kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia senang karena mendapat resopons positif.
Buwas di acara Sarasehan Advokasi P4GN (Edward/detikcom)


"Kemarin Pak Gubernur (Ahok) mepersilahkan untuk memakai satu jalur bus TransJ untuk dipakai kampanye masalah narkoba sehingga masyarakat bisa melihat. Tentu hal ini akan ada dampaknya," papar Buwas.

Keinginan Buwas selanjutnya adalah penyampaian iklan bahaya narkoba pada videotron milik DKI Jakarta. Paling tidak ada sekian detik tayangan tentang bahaya narkoba. Keinginanya itu juga didukung Ahok.

"Pak Gubernur sudah katakan kepada saya tidak ada punggutan, dan saya tengah siapkan itu konsepnya, dalam video tersebut sekitar 5 sampai 10 detik ada himbauan. Saya katakan itu penting karena beliau memiliki peran serta dalam pemberantasan narkoba. Begitu juga kemarin ketika saya nonton bioskop biasanya kalau sebelum main itu kan ada iklan, kenapa sih iklan itu tidak diselipkan tentang bahaya narkoba," imbuhnya.

Buwas mengatakan, pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah moda transportasi baik darat atau laut, maupun udara. Sehingga iklan kampanye bahaya narkoba bisa langsung diterima oleh masyarakat.

"Dengan begitu orang yang melihat bahaya narkoba akan sebagai ancaman. Kemarin saya sudah kerja sama dengan direktur KAI, begitu juga dengan Garuda dan Air Asia, Langkah ini perlu dilakukan publikasi agar pencegahan bisa berjalan maksimal dengan dibarengin penindakan secara masive dan tegas," tandasnya. (edo/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads