"Tiga hari lalu bom kembali meledak di Turki dan menewaskan hampir 100 orang dan melukai hampir 186 orang. Sampai saat ini tidak ada berita bahwa ada WNI yang menjadi korban dalam ledakan bom tersebut," ujar Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Gedung Widya Graha LIPI, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Selasa (13/10/2015).
Diberitakan sebelumnya, ledakan bom kembar di kawasan persimpangan jalan di dekat stasiun kereta api di Ankara, ibukota Turki terjadi pada Sabtu (10/10) lalu. Dua ledakan bom tersebut menargetkan para aktivis yang sedang berkumpul untuk melakukan aksi demo damai, yang diorganisir oleh kelompok-kelompok sayap kiri dan pro-Kurdi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika mempertimbangkan cara serangan yang terjadi dan kecenderungan umumnya, kami telah mengidentifikasi Islamic State (ISIS) sebagai fokus utama," kata PM Davutoglu. (yds/hri)











































