Mentok di MKD DPR, Staf Cantik Denty Akan Laporkan Eks Bosnya ke Polisi

ADVERTISEMENT

Mentok di MKD DPR, Staf Cantik Denty Akan Laporkan Eks Bosnya ke Polisi

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 12:33 WIB
Foto: Dok. Akun Facebook Denty Noviany Sari
Jakarta - Denty Noviany Sari, eks staf anggota DPR Frans Agung Mula Putra, memang menyambut baik putusan MKD yang menegur Frans. Namun Denty tak akan berhenti. Perempuan cantik ini berniat menyeret bosnya ke meja hijau.

"Lanjut ke jalur hukum. Arahnya ke sana. Tapi soal apa nanti laporannya, yang lebih paham kuasa hukum Pak Jamil," kata Denty soal niatnya menyeret Frans ke meja hijau, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/10/2015).

Dihubungi terpisah, pengacara Denty, Jamil Burhanuddin, mengonfirmasi niat kliennya melaporkan Frans ke polisi. Perkara yang akan dilaporkan adalah dugaan penggunaan gelar palsu.

"Kan MKD mengatakan soal gelar palsu itu ranah pidana dan dipersilakan ke penegak hukum. Berarti MKD sudah membuka jalan bagi kita ke penegak hukum, ya sudah kita teruskan," kata Jamil.

Rencananya, Frans akan dilaporkan ke Mabes Polri soal dugaan penggunaan gelar palsu. Tim kuasa hukum Denty kini masih menggelar rapat untuk mematangkan materi laporan. Bukti-bukti yang disiapkan di antaranya surat dari Fraksi Hanura yang menyatakan Frans memakai gelar doktor di depan namanya, memo tulisan tangan Frans menyuruh Denty membuat kartu nama dengan gelar doktor, serta bukti lainnya.

Lebih jauh, Jamil mempertanyakan keputusan MKD menolak perkara gelar palsu yang diadukan Denty. Menurut Jamil, penggunaan gelar palsu melanggar etik, sehingga seharusnya kasusnya tak ditolak MKD.

"Kalau menurut saya, sebagai lawyer Denty, mestinya MKD itu mengadili juga kasus itu. Kalau dikatakan kurang bukti, kan sudah kita buktikan di persidangan, surat dari Fraksi Hanura yang menunjukkan dia memakai gelar itu ada, bukti tulisan tangan dia juga ada. Mestinya ini disidangkan juga oleh MKD, bukan malah melempar kasus ini," ujar Jamil.

MKD memang menolak untuk menyidangkan kasus dugaan gelar palsu anggota Fraksi Hanura DPR Frans Agung Mula Putra. MKD beralasan tak memiliki wewenang mengadili kasus dugaan penggunaan gelar palsu anggota DPR.

"Mengenai ijazah palsu bukan ranah MKD, itu kepolisian, dan tidak ada yang dirugikan di sini. Kami jatuhkan putusan ringan berupa teguran tertulis," ujar Wakil Ketua MKD DPR Junimart Girsang.

Sementara Frans, meski telah membantah tudingan mantan stafnya, dia tetap menerima keputusan sanksi MKD tersebut. Dalam penjelasan sebelumnya Frans menyebut memberhentikan Denty dan seorang stafnya lain karena diduga memalsukan tandatangannya.

"Saya terima apapun putusan MKD," kata Frans. (tor/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT