Buwas: Dampak Korupsi Masih Lebih Kecil Dibanding Narkoba

Buwas: Dampak Korupsi Masih Lebih Kecil Dibanding Narkoba

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 13 Okt 2015 12:32 WIB
Buwas: Dampak Korupsi Masih Lebih Kecil Dibanding Narkoba
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kepala BNN Budi Waseso menegaskan, narkoba masuk dalam kejahatan extra ordinary crime karena sangat merusak. Bahkan daya rusak narkoba menurutnya lebih parah dibanding korupsi.

"Ternyata dampak dari korupsi masih kecil dibanding narkoba sehingga tidak salah Presiden (Joko Widodo-red) naruh saya (Jadi Kepala BNN-red). Mudah-mudahan tidak gaduh, kalau Kepala BNN bikin gaduh, nanti diganti lagi," seloroh sosok yang akrab disapa Buwas ini.

Buwas menyampaikan hal itu dalam acara Sarasehan Advokasi P4GN bagi kalangan media, di Kawasan Rasuna Episentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Buwas, pihaknya terus berupaya memerangi peredaran narkoba di Tanah Air. Berbagai langkah pun mereka terapkan demi memberangus barang haram itu.

"Narkoba menyerang dengan pelan-pelan tapi bahayanya sangat dahsyat akibatnya penanganannya kita harus silent," sambungnya.

Buwas mengatakan, narkoba sama seperti mesin pembunuh masal. Hasil penelitian institusinya, jutaan masyarakat sudah jatuh jadi korban.

"4 juta masyarakat sudah menjadi korban penyalahguna narkoba, ini kata dokter ahli medis kalau kerusakan dari narkoba permanen sehingga kalau terus menerus dia akan meninggal dan percepat dia mati, ini sama saja pembunuh masal," paparnya.

Buwas menambahkan, jaringan narkotika masa kini sudah semakin kuat, bahkan lintas negara. Para bandar-bandar narkoba juga punya dukungan finasial kuat untuk menjalankan peredarannya.

"Salah satu contoh Fredy Budiman sehingga dia bisa berbuat melakukan operasi peredaran narkoba. Oleh karena itu penanganan UU Narkoba harus secara khusus efektif dan memiliki efek jera," tandasnya. (edo/hri)


Berita Terkait