Saat ini, kata Retno pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk menyelidiki kasus ini. Seorang pengacara disiapkan khusus untuk mengawal kasus ini.
"Kami belum bisa pastikan dia diculik atau tidak. KBRI menyiapkan 1 lawyer untuk komunikasi dengan pemerintah setempat," ujar Retno usai konferensi pers penanganan kabut asap di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya orang-orang terdekat diperiksa seperti biasa, untuk dimintai keterangan. Semua prosesnya didampingi oleh lawyer dari kami," ujarnya.
Suparto terakhir diketahui berada di wilayah Esbelia, Exit 10, Riyadh, pada tanggal 18 September 2015. Hingga saat ini belum ada perkembangan terkait hilangnya pria yang berprofesi sebagai supir tersebut.
(kff/mok)










































