Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan diskusi dengan berbagai pihak. Pemerintah pun sedang membahas bentuk permintaan maaf tersebut.
"Tadi saya bicara dengan beberapa pakar mengenai ini. Kita sedang finalisasikan bentuknya gimana, tapi saya pikir tak perlu bicara sampai ke situ, terlalu jauh," kata Luhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicara konsolidasikan saja, apa namanya, akibat-akibat yang lalu. Kita lupakan yang lalu dan tetap catat sebagai sejarah kelam kita," ungkap Luhut.
Lalu, perlukah Tap MPRS XXXIII Tahun 1967 yang memuat makna bahwa Bung Karno mendukung G30S/PKI dicabut?
"Tak ada pikirian ke situ dan tak ada pikiran lain lain. Saya masih mungkin butuh beberapa waktu dengan tim," jawab Luhut.
"Saya tegaskan, untuk minta maaf ke PKI, tak ada pikiran pemerintah. Isu itu berasal dari luar dan tak bertanggung jawab!" lanjut dia. (bpn/imk)











































