DetikNews
Senin 12 Oktober 2015, 16:37 WIB

Sidang Korupsi Jero Wacik

Pakai DOM untuk Upacara Ngaben Ayahnya, Jero Buat Perjalanan Dinas Fiktif

Dhani Irawan - detikNews
Pakai DOM untuk Upacara Ngaben Ayahnya, Jero Buat Perjalanan Dinas Fiktif Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Jero Wacik didakwa menggunakan dana operasional menteri (DOM) saat menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) untuk kepentingan pribadinya. Salah satunya digunakan untuk mengadakan upacara adat Ngaben untuk ayah Jero.

Hal itu terungkap melalui kesaksian Luh Ayu Rusminingsih yang menjabat sebagai Kabag TU Pimpinan pada Biro Umum Setjen Kemenbudpar. Luh menyebut penggunaan anggaran DOM untuk upacara adat Ngaben itu dilaporkan untuk kegiatan lain yang fiktif.

"Pada tahun 2008, ada penggunaan DOM yang anggarannya dibuat fiktif maksudnya seperti apa?" tanya jaksa penuntut umum pada KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/10/2015).

"Ada almarhum Bapak Jero Wacik untuk Ngaben. Untuk keluarga datang ke Bali termasuk anak dan keluarganya. Ini ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Luh.

Luh menyebut penggunaan DOM untuk upacara adat itu tidak bisa dibuatkan pertanggungjawabannya. Kemudian dirinya mendapat perintah membuat kegiatan fiktif untuk menutupi anggaran DOM untuk upacara adat.

"Tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak bisa menggunakan DOM. Akhirnya dibuatkan perjalanan fiktif pegawai dan staf. Termasuk nama saya juga dipakai di situ," ucapnya.

Dalam dakwaan memang disebutkan bahwa DOM tahun 2008-2011, Jero meminta Luh untuk memperhatikan keperluan keluarganya dengan sebagian uang DOM. Beberapa keperluan pribadi Jero dan keluarganya kemudian diurus oleh Luh dengan menggunakan duit DOM.

Dalam dakwaan, Jero didakwa menyelewengkan duit DOM untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga. Total DOM yang digunakan Jero mencapai Rp 8.408.617.149.

Menurut jaksa, Jero menyelewengkan DOM mulai tahun anggaran 2008 sampai 2011 dengan rincian memperkaya diri Jero sendiri Rp 7.337.528.802 dan untuk keluarga Jero Rp 1.071.088.347 sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 8.408.617.148 dari jumlah kerugian negara seluruhnya Rp 10.597.611.831.

Dalam dakwaan kesatu, Jero diancam pidana dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
(dhn/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed