Dukung Bela Negara, Eks Panglima TNI: Bukan Memegang Senjata

Dukung Bela Negara, Eks Panglima TNI: Bukan Memegang Senjata

M Iqbal - detikNews
Senin, 12 Okt 2015 14:17 WIB
Dukung Bela Negara, Eks Panglima TNI: Bukan Memegang Senjata
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Kementerian Pertahanan merencanakan pelaksanaan program bela negara bagi 100 juta warga dalam waktu 10 tahun. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menilai program itu tepat sebagai persiapan pembentukan komponen cadangan.

"Untuk menuju persiapan komponen cadangan dan komponen pendukung, diperlukan kesiapan upaya pembangunan kesadaran bela negara kepada rakyat Indonesia. Itu sudah tepat," kata Moeldoko usai menjadi narasumber diskusi Fraksi Partai Demokrat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Dia menjelaskan, sistem pertahanan negara ada tiga lapis, yakni komponen TNI, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Ketiga komponen tersebut harus sinergis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Moeldoko menjelaskan, program bela negara bukanlah untuk melatih rakyat menggunakan senjata. Bela negara adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat sejak dini.

"Yang dimaksud bela negara bukan memegang senjata, tapi membangun jiwanya bagaimana punya rasa memiliki negara, disiplin, dan tanggung jawab," kata Moeldoko.

Dia menilai, ada keprihatinan dewasa ini soal nilai-nilai kebangsaan yang perlu dikuatkan. Meski begitu, bela negara adalah hak sekaligus kewajiban, jadinya tak ada sanksi mengikat bila ada yang menolaknya selain sanksi sosial dan moral.

(erd/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini