Senin pagi ini mata uang rupiah kembali menguat, 1 USD menjadi Rp 13.346. Pergerakan nilai mata uang rupiah yang cukup tajam ini menimbulkan kecurigaan bagi ekonom sekaligus Chairman Sustainable Development - Indonesia (SDI) Dradjad H Wibowo.
"Sudah beberapa bulan ini saya mencurigai terlalu besarnya depresiasi rupiah," kata Dradjad saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecurigaan Dradjad kian kuat saat pekan lalu secara mengejutkan rupiah menguat 8,3 persen terhadap dolar Amerika Serikat. Padahal selama 9 bulan terakhir rupiah anjlok sekitar 17 persen. Β
"Kalau Rupiah menguat 1-2 persen, mungkin masih wajar. Tapi lonjakan 8,3% sangat tidak masuk akal. Kalau hanya faktor fundamental dan kebijakan ekonomi, tidak akan sedrastis itu," papar Dradjad.
Menurut Dradjad, jungkir baliknya rupiah dalam skala besar dan waktu singkat itu hanya bisa dijelaskan dengan satu kata: manipulasi.Β "Ada oknum yang memanipulasi kurs rupiah," kata dia.
Dradjad pun meminta Presiden Joko Widodo segera memerintahkan penyelidikan terhadap oknum-oknum yang diduga terkait jungkir baliknya rupiah. (erd/nrl)










































