Komandan Satgas Udara Riau: Kami Tak Kenal Lelah Padamkan Api

Komandan Satgas Udara Riau: Kami Tak Kenal Lelah Padamkan Api

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 12 Okt 2015 09:13 WIB
Komandan Satgas Udara Riau: Kami Tak Kenal Lelah Padamkan Api
Foto: Dok. Istimewa
Pekanbaru - Personel Satgas Udara di Riau tak kenal lelah memadamkan kebakaran lahan dan hutan (Kalahut). Walau jarak pandang terbatas, mereka tetap melakukan pemadaman.

Demikian disampaikan, Komandan Satgas Udara Riau,Marsma TNI Henri Alfiandi kepada wartawan, Senin (12/10/2015) di Pekanbaru.Β  Setiap pagi tim yang terdiri dari Lanud Roesmin Nurjadin, BPBD Riau, BMKG Riau dan BPPT yang berada langsung di bawah kendali Satgas Udara, saling membahu dalam penanggulangan kebakaran lahan.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru ini juga menjelaskan, setiap hari pihaknya mengadakan briefing pendahuluan untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai adanya titik panas atau hotspot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu kondisi cuaca juga diperhitungkan hingga nantinya dapat ditentukan titik api yang mana yang menjadi prioritas untuk dipadamkan.

"Tak hanya itu, tim juga terus berkoordinasi dengan tim Satgas Darat yang berada di masing-masing wilayah untuk melaksanakan pengecekan secara langsung ke lokasi untuk memverifikasi keberadaan titik api tersebut," kata Henri.

Melalui briefing, lanjut Henri, informasi yang diperoleh dari BMKG di cek kebenarannya oleh tim Satgas Darat untuk ditindaklanjuti.

"Ketika api yang ada tidak dapat dipadamkan oleh tim Satgas Darat, maka tim disinilah letak peran Satgas Udara untuk segera memadamkan api tersebut dengan mengirimkan Helikopternya untuk melaksanakan water bombing," sambungnya.

Henri menyebutkan, water bombing dilakukan oleh tiga helikopter jenis Sikorsky S61A, MI-171 dan Kamov KA32. Sedangkan pesawat Cassa-212 dari BPPT pun melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) ke titik koordinat yang telah ditentukan sehingga membuat jumlah hotspot yang ada di Provinsi Riau dapat dikendalikan.

Seluruh kegiatan penerbangan Heli water bombing dikendalikan langsung dan terawasi oleh Tim Satgas udara melalui radar live yang telah dipasang di masing-masing pesawat baik menggunakan spidertrack, tracplus dan tracweb.

Sehingga seluruh misi dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan efisien sesuai dengan penekanan-penekanan yang telah di briefingkan sebelum penerbangan dilaksanakan.

Hal ini tentu tak akan dapat tercapai tanpa adanya sinergitas ataupun koordinasi yang baik dari seluruh unsur yang terdapat di dalam Satgas Penanggulangan Bencana Asap akibat Karlahut di provinsi Riau.

"Tak ada satu orang pun yang tergabung di dalam tim Satgas Udara mengenal kata lelah untuk melaksanakan pemadaman api akibat kebakaran lahan dan hutan ini, kami selalu bersiap siaga selama tujuh hari dalam seminggu hingga bencana asap dapat hilang," ujar Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Henri Alfiandi.

Β  (cha/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads