Dihimpun dari sejumlah sumber, Senin (12/10/2015), helikopter bermesin tunggal ini merupakan hasil pengembangan dari helikopter jenis AS350 B3.
Heli ini juga menjadi pilihan untuk melakukan evakuasi medis udara. Hal ini dikarenakan rongga tengah pesawat dapat menampung hingga dua tandu dan dua orang, serta area bagasi untuk menyimpan peralatan, dan pintu samping lebar untuk akses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta itu membawa 5 orang yakni Capt. Teguh Mulyatno (pilot), Hari Poerwantono (teknisi), dan tiga orang penumpang yaitu Nurhayanto, Giyanto, Frans.
Heli hilang kontak dalam penerbangan dari Siparhaman menuju Bandara Kualanamu pada Minggu (11/10). Tim SAR kini menyisir Danau Toba menelusuri informasi warga yang menyebut heli terbang rendah dan disusul dentuman diduga benturan keras di air pada hari hilang kontaknya heli.
(tfq/fdn)











































