Bedeng tersebut berukuran 3x4 meter. Ada warung di bagian depan tempat Agus berjualan minuman dan makanan. Bedeng itu masih dipasangi garis polisi.
Bedeng Agus digaris polisi(Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya buka dari jam 09.00 WIB pagi sampai jam 23.00 WIB malam," ucap AS saat ditemui detikcom di dekat bedeng Agus, Minggu (11/10/2015).
AS mengatakan bedeng itu biasa menjadi tempat kumpul anak di bawah umur. Biasanya mereka berkumpul hingga pagi. "Sampai pagi nongkrong di warung," katanya.
AS yang pernah masuk ke dalam bedeng Agus menyebut di dalam bedeng ada 3 ruangan. Satu ruang yang digunakan untuk warung dan 2 untuk kamar.
"Ada spring bed di kamar. Ada kamar mandi di luar. Sebelahnya ada bedeng dikontrakan, 2 sudah keisi (dihuni orang) dan yang satu kosong," ucap AS.
Menurut AS, dia sempat melihat ada yang berbeda dengan Agus. Wajah Agus terlihat bingung saat AS main ke warung Agus pada Jumat (2/10). Hari itu adalah bertepatan dengan ditemukannya mayat bocah di dalam kardus di pinggir Jalan Sahabat (pinggir Jalan Tol Sedyatmo), RT 06 RW 05, Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.
"Jumat siang saya beli mie di situ. Dia mukanya bingung, saya nggak curiga tapi memang mukanya kelihatan bingung," kata AS.
Namun AS tak terlalu ambil pusing. Dia tetap ngobrol seperti biasa dengan Agus. Ketika Sabtu malam Minggu, biasanya AS yang main ke warung Agus, namun kali itu justru sebaliknya.
"Sabtu minggu main ke rumah padahal sebelumnya jarang main. Cuma saya yang sering main warungnya. Tingkahnya sudah beda," ucap AS.
Bedeng Agus dilihat dari atas (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom) |












































Bedeng Agus digaris polisi(Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Bedeng Agus dilihat dari atas (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)