Cak Imin : Internal PKB Masih Diskusikan Revisi UU KPK

Cak Imin : Internal PKB Masih Diskusikan Revisi UU KPK

Bagus Kurniawan - detikNews
Minggu, 11 Okt 2015 14:42 WIB
Cak Imin : Internal PKB Masih Diskusikan Revisi UU KPK
Foto: Bagus Kurniawan
Yogyakarta - Partai Keadaan Bangsa hingga kini belum menyatakan sikap terkait niat sejumlah anggota fraksi di DPR yang mengajukan revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan kader di tingkat internal untuk menyatakan sikap.

"Kami terus diskusi dengan teman-teman internal. Baru besok ada kepastian untuk mengantusipasi dorongan internal di DPR," kata Muhaimin di sela acara Pelatihan Kepemimpinan Kader Tingkat Menengah itu digelar di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Minggu (11/10/2015).

PKB, kata Muhaimian sangat mendukung adanya perbaikan sistem dalam undang-undang tersebut tetapi bukan untuk melemahkan KPK. Fraksi PKB di DPR berpandangan UU KPK perlu adanya perbaikan sistem namun bukan melemahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dukung perbaikan sistemnya tapi bukan untuk melemahkan (KPK)," kata Muhaimin.

Sementara dalam acara pembekalan itu, Muhaimin berpesan agar kader terus melakukan konsolidasi untuk menghadapi pemilu 2019 nanti. "Latihan kader ini bukan sesaat saja, dapat sertifikat selesai," kata dia.

Menurut dia kalau mengikuti acara pelatihan sehari kemudian selesai adalah terlalu cepat dan mudah. Sebab pelatihan kader tingkat menengah yang diikuti semua pengurus PKB dan para calon yang akan menjadi anggota legislatif mendatang.

"Pelatihan ini baru bagian awal saja, tapi akan terus ditindaklanjuti dan berkelanjutan. Ini kewajiban kita untuk melaksanakannya," kata Cak Imin.

Cak Imin juga mengaku bangga dengan perolehan suara pada pemilu 2014 lalu di Yogyakarta. Kemenangan atau perolehan suara yang diraih di Yogyakarta cukup signifikan dalam pemilihan umum 2014 lalu.

"Ke depan harus meningkat, tidak boleh lengah. Partai dan kader harus terus bekerja keras dan harus kita mulai sekarang," pungkas Cak Imin.

(bgs/erd)


Berita Terkait