"Saya ingatkan kepada para hakim untuk berhati-hati jelang kampanye pilkada. Hakim itu bukan jabatan politis," kata Hatta Ali dalam pembinaan di Denpasar, Bali yang dilansir humas MA, Minggu (11/10/2015).
Dalam pembinaan ini, permasalahan mengenai hukum lingkungan dan pilkada menjadi topik utama yang paling sering ditanyakan oleh para peserta. Berkali- kali Ketua MA menekankan pentingnya para ketua pengadilan sebagai perpanjangan tangan dari MA untuk mampu menjadi teladan bagi para pengadilan tingkat pertama di bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan Komisi Yudisial (KY) tengah membidik seorang Ketua Pengadilan Tinggi yang diduga terlibat politik praktis jelang pilkada. Selain itu, KY juga telah menerima informasi ada seorang ketua pengadilan di Kepulauan Riau yang ikut mendukung salah satu kandidat dengan berkedok organisasi kemasyarakatan. Dalam kasus ini, si ketua pengadilan agama itu menghadiri jamuan makan malam dengan seorang kandidat calon gubernur pada 16 September 2015 lalu. Perwakilan organisasi kemasyarakatan itu, termasuk si ketua pengadilan, bergabung menjadi relawan dan menyatakan dukungan penuh terhadap calon gubernur tersebut.
"KY mengingatkan hakim jelang pilkada serentak untuk tetap independen," kata pimpinan KY, Imam Anshori Saleh. (asp/erd)











































